Beranda / Daerah / Disbudpora Kabupaten Sukabumi Tanggapi Penemuan Makam Palsu di Desa Citepus

Disbudpora Kabupaten Sukabumi Tanggapi Penemuan Makam Palsu di Desa Citepus

Kabupaten Sukabumi, jubirtvnews.com – Penemuan puluhan makam palsu di wilayah Katapang Condong, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, baru-baru ini menghebohkan masyarakat. Sebanyak 41 tumpukan batu yang disusun menyerupai makam ditemukan di lokasi tersebut, yang menimbulkan kecurigaan dan kekhawatiran di kalangan warga.

Menanggapi situasi ini, Sekretaris Dinas Budaya Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi, Yanti Irianti, menyatakan bahwa pihaknya telah mengikuti perkembangan informasi terkait penemuan makam palsu tersebut.

Baca Juga :  Terdampak Bencana Banjir, Pelayanan Puskesmas Palabuhanratu di Pindahkan

“Dalam hal ini, Bidang Kebudayaan dalam waktu dekat akan melakukan penggalian informasi dan pengecekan lapangan terkait makam-makam yang diduga palsu di Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu,” ungkap Yanti kepada jubirtvnews.com, Rabu (28/8/2024).

Baca juga: Khawatir Disalahgunakan, Warga Bongkar Makam Palsu di Citepus Palabuhanratu

Yanti juga mengapresiasi inisiatif dari masyarakat yang telah mengambil langkah preventif untuk menghindari pelanggaran aturan dan norma yang berlaku.

Baca Juga :  DPRD Kabupaten Sukabumi Periode 2024-2029 Resmi Dilantik, Bupati Serukan Kolaborasi untuk Pembangunan

“Kami mengucapkan terima kasih atas masukan dan inisiatif dari berbagai pihak yang telah melakukan tindakan preventif guna mencegah terjadinya hal-hal yang dapat melanggar aturan dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Mudah-mudahan ke depannya kita bisa bekerja sama lebih baik lagi dengan semua unsur untuk mencegah hal-hal serupa terjadi lagi di tengah masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga :  Hilang Setelah Viral, Patung Penyu Gadobangkong Palabuhanratu Kembali Muncul dengan Anggaran Segini

Penemuan makam palsu ini sebelumnya telah memicu keresahan di kalangan warga Desa Citepus, terutama karena kekhawatiran akan potensi penyalahgunaan tempat tersebut untuk praktik yang tidak sesuai dengan nilai-nilai masyarakat. Masyarakat setempat bahkan telah membongkar sekitar 41 makam palsu pada Jumat, (23/8/2024), sebagai langkah untuk menghindari terjadinya hal-hal yang meresahkan.

Tag:

Pos-pos Terbaru