Beranda / Nasional / Ribuan Jemaah Indonesia Tiba di Makkah, Pemerintah Wanti-wanti Soal Kesehatan dan Visa Haji

Ribuan Jemaah Indonesia Tiba di Makkah, Pemerintah Wanti-wanti Soal Kesehatan dan Visa Haji

JUBIRTVNEWS.COM – Pemerintah Indonesia bersama Arab Saudi memperketat pengawasan terhadap praktik haji nonprosedural di tengah meningkatnya kedatangan jemaah Indonesia ke Tanah Suci menjelang fase puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Penggunaan visa selain visa haji resmi kembali menjadi perhatian pemerintah karena dinilai membahayakan keselamatan jemaah. Selain melanggar aturan, jemaah nonprosedural tidak tercatat dalam sistem perlindungan resmi sehingga rawan mengalami persoalan layanan maupun kesehatan selama berada di Arab Saudi.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, mengatakan pemerintah telah membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penegakan Hukum Haji Nonprosedural bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Bareskrim Polri.

“Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Arab Saudi memiliki komitmen yang sama bahwa ibadah haji harus dilaksanakan melalui jalur resmi. Karena itu kami kembali mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran berhaji menggunakan visa selain visa haji,” ujar Ichsan dikutip dari laman Kemenhaj RI, Senin (11/5/2026).

Baca Juga :  Perkuat Ketahanan Keluarga, Mitra Bangga Kencana Fokus Tekan Stunting

Menurutnya, praktik haji ilegal berpotensi membuat jemaah kehilangan akses terhadap layanan resmi, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga kesehatan.

“Praktik haji nonprosedural sangat berisiko terhadap keselamatan jemaah karena mereka berada di luar sistem perlindungan resmi,” tegasnya.

Di sisi lain, suhu panas di Makkah dan Madinah yang mencapai 38 hingga 42 derajat Celsius mulai menjadi tantangan bagi kondisi fisik jemaah Indonesia.
Pemerintah meminta jemaah membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama pada siang hari, guna menghindari kelelahan dan dehidrasi sebelum puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

“Puncak haji adalah fase ibadah yang sangat membutuhkan stamina. Jangan sampai tenaga habis sebelum waktunya,” kata Ichsan.

Baca Juga :  442 Calon Haji Kloter 18 Dilepas Wabup Sukabumi, Termuda Berusia 20 Tahun

Jemaah juga diminta memperbanyak konsumsi air putih, menjaga pola makan, serta memanfaatkan waktu istirahat. Lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan penyakit penyerta diminta rutin berkoordinasi dengan petugas kesehatan.

Hingga saat ini, tercatat 67 jemaah Indonesia masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.

Sementara itu, proses kedatangan jemaah Indonesia ke Tanah Suci terus berlangsung. Hingga Minggu (10/5), sebanyak 323 kelompok terbang (kloter) dengan total 125.243 jemaah dan 1.289 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 204 kloter dengan 78.946 jemaah telah berada di Makkah setelah bergerak dari Madinah untuk melaksanakan umrah wajib dan mempersiapkan diri menghadapi puncak haji.

Kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah juga masih berlangsung. Hingga kini tercatat 47 kloter dengan 17.861 jemaah telah tiba di Arab Saudi. Selain itu, sebanyak 3.266 jemaah haji khusus juga sudah berada di Tanah Suci.

Baca Juga :  PP Tunas Resmi Berlaku, Ini Daftar Platform yang Wajib Batasi Akses Anak dan Patuhi Aturan

Pemerintah turut mengingatkan jemaah gelombang kedua agar telah mengenakan kain ihram sejak dari embarkasi karena pengambilan miqat dilakukan dalam perjalanan menuju Makkah.

Selain persoalan kesehatan dan pengawasan haji ilegal, pemerintah juga menyampaikan kabar duka atas wafatnya tiga jemaah Indonesia pada Sabtu (9/5).

Dengan demikian, total jemaah Indonesia yang meninggal dunia di Arab Saudi hingga saat ini mencapai 23 orang.

“Kami mendoakan seluruh jemaah yang wafat mendapatkan husnul khatimah dan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi kekuatan dan ketabahan,” tutur Ichsan.

Tag:

Pos-pos Terbaru