Beranda / Daerah / Tertipu dan Terlantar di Sulbar, 15 Warga Sukabumi Menanti Uluran Tangan KDM

Tertipu dan Terlantar di Sulbar, 15 Warga Sukabumi Menanti Uluran Tangan KDM

JUBIRTVNEWS.COM – Harapan mencari pekerjaan justru berujung penderitaan. Sebanyak 15 warga asal Sukabumi dilaporkan terlantar di Mamuju, Sulawesi Barat, setelah diduga menjadi korban penipuan oleh seorang mandor yang menjanjikan pekerjaan.

Informasi ini mencuat setelah beredar video berdurasi 1 menit 39 detik yang memperlihatkan kondisi para korban. Dalam video tersebut, mereka mengaku ditinggalkan tanpa pekerjaan, uang, maupun kepastian nasib.

Salah satu korban menyampaikan, awalnya mereka dijanjikan pekerjaan dengan iming-iming kasbon sebesar Rp1,5 juta. Namun sesampainya di lokasi, pekerjaan yang dijanjikan tidak ada, sementara mandor yang membawa mereka justru menghilang.

Baca Juga :  Temui Pemda, KDM Gaungkan Operasi Jabar Manunggal hingga Wajib Militer bagi Pelajar

“Kami datang ke sini untuk bekerja, tapi ternyata ditipu. Mandornya kabur, kami di sini tidak bisa apa-apa,” ungkapnya dalam video tersebut.

Para korban kini berada di sebuah rumah penampungan dengan kondisi memprihatinkan. Mereka mengaku sudah dua hari tidak makan karena kehabisan uang, sementara biaya perjalanan sebelumnya telah menguras seluruh bekal yang dimiliki.

Baca Juga :  KDM Libatkan Warga untuk Tanam Pohon Pulihkan Hutan di Jabar, Bakal di Beri Upah Rp50 Ribu

Situasi semakin mengkhawatirkan karena dua orang di antara mereka dilaporkan dalam kondisi sakit. Namun, keterbatasan biaya membuat mereka tidak bisa mengakses layanan kesehatan.

“Kami sudah tidak punya uang, mau ke klinik juga tidak bisa. Tidak ada tanggung jawab dari mandor maupun pihak perusahaan,” lanjutnya.

Dalam kondisi terdesak, para korban meminta bantuan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar dapat dipulangkan ke kampung halaman.

Baca Juga :  Asep Japar dan Dadang Hermawan Kunjungi Korban Kebakaran di Ciracap Sukabumi

“Kami mohon bantuan untuk bisa dipulangkan. Di sini sudah tidak bisa makan,” ujarnya.

Relawan kemanusiaan asal Sukabumi, Sigit Ahmad, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebut total terdapat 17 orang dalam rombongan, dengan 15 di antaranya berasal dari Sukabumi dan dua lainnya dari Bandung.

“Hingga kini, para korban masih menunggu bantuan dan kepastian penanganan,” tambah Sigit.

Tag:

Pos-pos Terbaru