Beranda / Daerah / Paguyuban JTM Serukan Perlawanan Kolektif, Narkoba Disebut Ancaman Nyata di Pajampangan

Paguyuban JTM Serukan Perlawanan Kolektif, Narkoba Disebut Ancaman Nyata di Pajampangan

JUBIRTVNEWS.COM – Kekhawatiran terhadap potensi peredaran narkoba di wilayah Pajampangan Kabupaten Sukabumi mendorong Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (JTM) mengambil sikap. Melalui kampanye terbuka, mereka mengajak masyarakat untuk tidak lagi bersikap pasif terhadap ancaman narkotika yang dinilai bisa merusak sendi kehidupan sosial.

Seruan “Perangi Peredaran Narkoba di Pajampangan” bukan sekadar slogan. Gerakan ini menjadi pengingat bahwa bahaya narkoba bisa masuk ke lingkungan mana pun, tanpa mengenal usia maupun latar belakang.

Baca Juga :  Video: Paguyuban JTM Kukuhkan Pengurus DPC Cidolog, Semangat Baru untuk Sukabumi Selatan

Sekretaris Jenderal Paguyuban JTM, Hendrik Firmansyah, menegaskan bahwa perlawanan terhadap narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum.

“Kalau masyarakat diam, peredaran akan terus berkembang. Kita harus berani peduli, berani mencegah, dan berani melapor,” tegasnya, Jumat (1/5/2026).

Baca Juga :  Berawan Masih Mendominasi, Prakiraan Cuaca Jabar 8 April 2026

Ia menilai, peran keluarga dan lingkungan sekitar menjadi benteng pertama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Edukasi sejak dini, pengawasan, serta kepedulian sosial dinilai lebih efektif untuk menekan peredaran dibanding hanya tindakan represif.

Dalam kampanye tersebut, masyarakat juga diingatkan bahwa dampak narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga memicu persoalan lain seperti kriminalitas dan kehancuran ekonomi keluarga.

Baca Juga :  Hujan Berpotensi Terjadi Sejak Siang hingga Dini Hari, Prakiraan Cuaca Jabar 25 Maret 2026

Paguyuban Jampang pun mengajak seluruh elemen, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga lembaga desa untuk bersama-sama menjaga wilayah Pajampangan tetap aman dan bersih dari narkoba.

“Kalau ingin Pajampangan maju, salah satu syaratnya lingkungan harus bersih dari narkoba,” tambah Hendrik.

Tag:

Pos-pos Terbaru