Beranda / Opini / Kepedulian Sosial Kita

Kepedulian Sosial Kita

Traktir Kopi

Oleh: Aat Suwanto, Pemerhati Sosio-Humaniora

 

Jika kita memperbandingkannya, bagaimana masyarakat merespon musibah kebakaran yang menimpa Masyarakat Ciptamulya sungguh luar biasa. Bisa dikatakan bahkan jauh diatas musibah-musibah terhadap masyarakat lainnya. Respon masyarakat untuk memberikan bantuan kemanusiaan terhadap masyarakat Ciptamulya, saya kira karena alasan bahwa selama ini kita mengenali dan kemudian memposisikan kehidupan mereka secara unik.

Memang, sebagai komunitas yang diidentikan sebagai masyarakat adat, dengan sikapnya yang dianggap sangat teguh dalam menjalankan budaya kasundaan, Masyarakat Ciptamulya pun telah mendapat respek lebih kita. Itulah sebab, begitu musibah kebakaran terjadi, beritanya pun langsung viral. Terutama di media sosial.

Baca Juga :  Rapihkan Tempat Tidur, IRT Terperosok Septic Tank dan Meninggal Dunia di Cisolok Sukabumi

Saya saja, tidak kurang dari satu menit, langsung mendapat gambar, video, dan narasi yang persis sama dalam status teman di hampir semua media sosial yang saya ikuti. Luar biasanya lagi, warta tersebut saya dapat tidak dari orang-orang yang bukan orang Sukabumi saja, apalagi sekitar lokasi musibah. Bahkan yang lokasinya di Priangan dan Jakarta pun menggunggah status yang sama dalam waktu relatif bersamaan pula.

Selang satu hari, status baru kemudian muncul. Ialah terkait adanya kiriman bantuan kemanusiaan ke sana. Saking banyaknya, di sana seakan terjadi semacam kompetisi dalam memberikan bantuan. Tak lupa, sebagaimana sudah lazim terjadi saat ini, berseliweran pula berbagai unggahan yang memberikan beragam narasi visual bagaimana para pemberi bantuan itu tengah menunjukkan rasa simpati bahkan empati mereka terhadap masyarakat Ciptamulya yang terkena musibah.

Baca Juga :  Konvergensi Program Gizi dan MBG: Kunci Serius Menekan Stunting

Dengan satu tampilan visual akhir, adanya foto mereka lengkap dengan spanduk identitas asalnya dengan latar lokasi dan masyarakat Ciptamulya yang terkena musibah. Sehingga kita pun kemudian harus melihat lagi, bagaimana bahkan ruang yang seharusnya menjadi ruang refleksi hati, justru menjadi semacam objek pertunjukan diri.

Baca Juga :  Sampah dan Manusia

Bagaimana pun, hal yang sangat membanggakan dengan melihat aksi kemanusiaan sebagaimana diceritakan diatas. Bagaimanapun masyarakat kita terbukti masih memiliki kepekaan dan kepedulian sosial tinggi. Apalagi di sekitar kita pun sebenarnya banyak persoalan-persoalan sosial yang sebenarnya menuntut tanggung jawab kita bersama. Bahkan mungkin disekitar kita, yang sayangnya, karena tidak memiliki keistimewaan seperti masyarakat Ciptamulya, luput dari gelaran media sehingga tidak diketahui masyarakat luas. Bahkan kiranya justru dalam kesunyian media itulah kepedulian sosial sebenarnya diuji. Bahwa kita tetap masih mau berbagi dengan tanpa perlu mengekspos diri.

Palabuhanratu, 29 Juli 2026

Traktir Kopi
Tag: