Oleh: Aat Suwanto, Pemerhati Sosio-Humaniora
Pada perhelatan piala dunia kali ini kita disuguhkan dengan penampilan banyak pemain terkenal yang masih dipercaya untuk membela negaranya meski telah memasuki usia yang cukup tua untuk seorang pesepakbola. Sebut saja, Cristiano Ronaldo telah berusia 41 tahun, Luca Modric dan Manuel Neuer 40 tahun, serta Lionel Messi 39 tahun.
Hebatnya lagi, mereka tidak hanya tampil untuk sekedar menjadi penyedap mata di lapangan, apalagi menjadi penghangat bangku cadangan. Mereka bahkan tetap menjadi pemain andalan dan kunci di timnya.
Dahulu, jika ada pemain berusia diatas 33 masih bermain di tim nasional, apalagi untuk negara yang dikenal bertabur pemain berbakat, pemain tersebut akan dipandang tidak sekedar istimewa, tetapi luar biasa.
Ketika Lothar Matthaus membela Jerman pada Piala Eropa di Usia 39, banyak komentator sampai memujinya setinggi langit dengan pernyataan bilamana hal itu sebagai kejadian yang sulit dipercaya meskipun waktu itu dirinya hanya berperan sebagai pemain pengganti.
Konon, bisanya Lothar Matthaus bermain hingga setia itu, karena kedisiplinan dirinya yang luar biasa dalam menjaga kebugaran fisiknya. Sementara pada saat yang sama, banyak pemain tidak memiliki kedisiplinan bagus, tak terkecuali untuk pemain-pemain terkenal dan menjadi bintang.
Alih-alih, setelah mereka menjadi bintang, prilaku mereka yang tadinya bagus seringkali berubah menjadi buruk. Tak mengherankan jika usia kebintangan mereka tak pernah lama. Dua hingga tiga tahun dipuja, setelah itu dicampakkan.
Saat ini, mayoritas kedisiplinan para pemain patut diacungi jempol. Hingga boleh dikata sudah hampir tak ada lagi pemberitaan seorang pemain harus menderita ambruk kebugaran fisik mereka.
Belum lagi banyak temuan-temuan inovatif dan pengembangan metode, teknik dan fasilitas berlatih yang sudah sangat modern sebagai hasil dari perkembangan sains yang begitu masif dalam 2 dasawarsa terakhir.
Tak perlu heran jika pada tahun-tahun kedepan akan banyak bermunculan pesepakbola yang masih aktif yang mampu bermain dalam level tinggi di usia melebihi Messi dan Cristiano Ronaldo.
Tentu saja, meski pada akhirnya mereka pun harus mendapati dirinya sebagai manusia biasa yang tetap berada dalam batas-batas kemampuan pribadinya.
Pondok Dewata-Palabuhanratu, Juli 2026





