Beranda / Lifestyle / Ketika Viking Palabuhanratu Raya Tidak Melulu Soal Persib

Ketika Viking Palabuhanratu Raya Tidak Melulu Soal Persib

Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM — Nama Viking Palabuhanratu Raya atau Vipara selama ini hampir selalu muncul bersama Persib Bandung. Tribun, nobar, nyanyian Bobotoh, hingga dukungan untuk Maung Bandung menjadi wajah yang paling mudah dikenali.

Tetapi cerita Vipara ternyata tidak berhenti ketika pertandingan Persib selesai.

Di luar hiruk-pikuk sepak bola, komunitas ini mulai menghidupkan kegiatan kepemudaan melalui olahraga. Salah satu yang kini mencuri perhatian adalah Vipara Ladies FC, tim futsal putri yang baru dibentuk sekitar tujuh bulan lalu, tetapi sudah mengoleksi lima trofi.

Empat di antaranya berupa juara pertama, sedangkan satu lainnya merupakan posisi runner-up.

Capaian itu bermula dari sebuah gagasan sederhana. Sejumlah perempuan yang memiliki ketertarikan terhadap futsal ingin mempunyai tempat untuk berlatih dan bertanding. Dari sana, tim kemudian dibentuk.

“Ini adalah inisiatif para penggemar olahraga futsal yang putri. ‘Yuk bikin,’ katanya. Karena berhubung mereka menginginkan, kita berusaha bentuk bikin,” ujar Soetha Paguris wakil ketua Viking Palabuhanratu Raya, Rabu (16/9/2026).

Ketika pertama kali dibentuk, hanya sekitar tujuh hingga delapan pemain yang bergabung. Kini, jumlahnya telah mencapai lebih dari 20 orang.

Baca Juga :  Gebyar Jumsih di Cisolok Sukabumi: Jaga Kebersihan Wisata, Dorong Ekonomi Warga

Mereka datang dari berbagai wilayah, mulai Cisolok, Cikakak, Palabuhanratu, Cikidang hingga Cibadak.

Keragaman itu juga terlihat dari usia pemain. Mayoritas masih duduk di bangku SMP dan SMA, sementara sebagian lainnya merupakan mahasiswa. Keanggotaan dibuka mulai tingkat SMP hingga umum.

“Untuk batasan umur tidak ya, mungkin dari SMP. Dari SMP sampai umum. Mayoritas adalah para pelajar yang di sekolah SMP, SMA, dan yang kuliahan juga untuk Vipara Ladies ini,” katanya.

Viking Palabuhanratu Raya (Vipara) Ladies ketika mengikuti turnamen di Cisungsang Banten. | Foto: Dok. Vipara

Viking Palabuhanratu Raya (Vipara) Ladies ketika mengikuti turnamen di Cisungsang Banten. | Foto: Dok. Vipara

Bukan Sekadar Nama di Jersey

Bagi pengurus, Vipara Ladies FC bukan proyek yang dibuat semata-mata untuk mengejar gelar.

Ada tujuan yang lebih mendasar, yaknni menyediakan ruang bagi perempuan yang menyukai futsal agar memiliki tempat untuk berkegiatan dan mengembangkan kemampuan.

“Tujuan utamanya sih sebagai wadah kegiatan futsal untuk anak-anak perempuan yang ada di wilayah Cisolok, Palabuhanratu, Cikidang, dan Cibadak,” ungkap Soetha yang juga pelatih Vipara Ladies

Lapangan kemudian menjadi ruang pertemuan bagi mereka yang sebelumnya mungkin tidak saling mengenal. Dari sana, latihan berubah menjadi pertandingan, dan pertandingan menghadirkan prestasi.

Baca Juga :  Ketua Umum JTM: Pers Penjaga Nurani Publik dan Identitas Daerah

Lima trofi menjadi catatan yang sudah mereka bawa sejauh ini.

“Alhamdulillah per hari ini sudah lima trofi: empat juara kesatu dan satu juara kedua,” katanya.

Namun, perjalanan itu belum berhenti.

Ada Struktur, Bukan Sekadar Kegiatan

Di balik aktivitas Vipara Ladies FC, terdapat pembagian tugas dalam tubuh Vipara.

Bidang kepemudaan dan olahraga ditangani oleh Angga, sementara pembinaan tim futsal putri dipercayakan kepada salah satu pengurus yang juga menjabat sebagai wakil ketua sekaligus pelatih.

“Mungkin untuk bidang kepemudaannya itu di Vipara Pak Angga dan saya sendiri yang melatih untuk Vipara Ladies-nya,” katanya.

Pola tersebut membuat kegiatan olahraga memiliki ruang tersendiri di dalam organisasi. Futsal menjadi salah satu cara untuk mengajak anak muda terlibat langsung, bukan hanya sebagai penonton.

Dan rencananya bisa lebih besar.

Pengurus membuka kemungkinan membentuk tim futsal putra setelah Vipara Ladies FC berjalan.

“Mungkin nanti dalam proses-proses persiapan dibentuk juga Vipara yang boy-nya, yang laki-lakinya,” ujarnya.

Baca Juga :  Disperkim Sukabumi Sosialisasikan Pembagian Nomor Kavling Rumah Khusus Pasca Bencana di Cikadu Palabuhanratu

Jika terealisasi, kegiatan olahraga Viking Palabuhanratu Raya akan memiliki dua sisi: putri dan putra.

Wajah Lain Vipara

Di titik inilah kisah Vipara Ladies FC menjadi lebih dari sekadar cerita tentang sebuah tim futsal.

Selama ini, ketika nama Viking Palabuhanratu Raya disebut, bayangan tentang Persib dan Bobotoh memang sulit dipisahkan. Itu merupakan bagian dari identitas mereka.

Namun, di luar stadion dan layar pertandingan, ada aktivitas lain yang sedang berjalan.

Ada anak-anak sekolah yang datang membawa sepatu futsal. Ada pemain dari berbagai kecamatan yang berkumpul dalam satu tim. Ada latihan, pertandingan, kemenangan, juga kekalahan yang menjadi bagian dari proses.

Lima trofi dalam tujuh bulan menjadi jejak awal perjalanan itu.

Dan mungkin, yang paling penting bukan sekadar berapa banyak piala yang akan kembali mereka bawa pulang.

Melainkan berapa banyak anak muda yang akhirnya menemukan ruang untuk bergerak.

Sebab, ketika pertandingan Persib berakhir dan sorak Bobotoh mereda, aktivitas Viking Palabuhanratu Raya atau Vipara ternyata masih terus berjalan.

Traktir Kopi
Tag:

Pos-pos Terbaru