Beranda / Daerah / Jangkau Ratusan Ribu Penerima, Program MBG di Sukabumi Tembus 356 Dapur

Jangkau Ratusan Ribu Penerima, Program MBG di Sukabumi Tembus 356 Dapur

Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sukabumi menunjukkan ekspansi signifikan dalam setahun terakhir. Hingga kini, jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tercatat mencapai 356 titik yang tersebar di berbagai wilayah.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Sukabumi, Sandi Ibnu Aziz, menyebutkan dari total tersebut, 13 dapur belum beroperasi karena masih menunggu kelengkapan tenaga, termasuk kepala dapur dan ahli gizi.

“Secara sistem, jumlah penerima manfaat sudah mencapai sekitar 923 ribu orang. Mulai dari balita, siswa sekolah, santri, hingga anak usia sekolah yang tidak bersekolah juga kami cover,” ujarnya.

Baca Juga :  Bayi Laki-laki Ditemukan Terbungkus Kresek di Kebun Parungkuda Sukabumi, Polisi Selidiki

Angka tersebut menempatkan Sukabumi sebagai salah satu daerah dengan cakupan program MBG terbesar, sekaligus menjadi tulang punggung intervensi pemenuhan gizi berbasis wilayah.

Pertumbuhan jumlah dapur yang masif tidak lepas dari dorongan percepatan program nasional. Namun di sisi lain, ekspansi ini juga diiringi sejumlah tantangan teknis di lapangan.

Salah satunya terkait kelengkapan standar operasional, seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Hingga saat ini, pemenuhan dua aspek tersebut masih dalam proses percepatan.

Baca Juga :  Progran MBG Kabupaten Sukabumi Baru Terlaksana di 3 Kecamatan, Pemda Dorong Percepatan Pelaksanaan

“PAL dan SLHS ini menjadi prioritas kami. Karena ini menyangkut dampak langsung ke lingkungan dan kualitas operasional dapur,” kata Sandi.

Ia menjelaskan, pemasangan IPAL tidak bisa dilakukan secara instan karena harus menyesuaikan kondisi lokasi dan membutuhkan waktu pengerjaan yang bervariasi, mulai dari satu minggu hingga satu bulan.

Baca Juga :  Prabowo Target Semua Anak Kebagian Makan Bergizi Gratis di Akhir 2025, Dananya?

Upaya percepatan terus dilakukan melalui koordinasi lintas sektor, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, hingga DPRD. Selain itu, keterlibatan mitra dan penyedia jasa juga dibuka untuk mempercepat pemenuhan standar.

Di sisi lain, pengawasan juga diperketat, termasuk memastikan setiap dapur memiliki tenaga ahli gizi. Bahkan, beberapa dapur sempat dihentikan operasionalnya karena tidak memenuhi syarat tersebut.

“Kalau tidak ada ahli gizi, itu langsung kami hentikan sementara sampai terpenuhi,” tegasnya.

Traktir Kopi
Tag: