Beranda / News / Hari Ketiga Pencarian Anak Tenggelam di Muara Cipanarikan Sukabumi Belum Buahkan Hasil, Ini Kendala Tim SAR

Hari Ketiga Pencarian Anak Tenggelam di Muara Cipanarikan Sukabumi Belum Buahkan Hasil, Ini Kendala Tim SAR

Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Operasi tim SAR gabungan dalam mencari keberadaan Tobi Efendi (12), wisatawan remaja asal Kota Bogor yang hilang tenggelam di Muara Cipanarikan, kawasan Konservasi Penyu Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, memasuki hari ketiga pada Senin (22/6/2026) sore.

Namun, akibat kondisi alam yang kurang bersahabat, pergerakan tim terpaksa dihentikan sementara dengan hasil yang masih nihil.

Sejak Senin pagi, ratusan personel dari berbagai unsur seperti Basarnas Sukabumi, Pos TNI AL Ujunggenteng, KKP, Konservasi Penyu Pangumbahan, Satpol PP, Polairud Polres Sukabumi, BPBD melalui P2BK Ciracap, hingga Balawista, telah dikerahkan secara masif. Penyelamatan dilakukan secara simultan melalui tiga metode, yakni penyisiran perairan lepas pantai, patroli darat di sepanjang pesisir, hingga pemantauan udara.

Baca Juga :  Waspada Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang, Prakiraan Cuaca Jabar 19 Desember 2025

Komandan Regu (Danru) Basarnas Sukabumi, Restu Mandala, menjelaskan bahwa radius pencarian pada hari ketiga ini sebenarnya telah diperluas secara signifikan hingga menjangkau radius 9 mil laut (nautical miles) dari titik koordinat awal korban dilaporkan tergulung ombak.

“Kami sudah memaksimalkan seluruh metode yang memungkinkan, mulai dari manuver perahu karet (rubber boat) di laut lepas, pemantauan visual jarak jauh melalui teknologi pesawat nirawak (drone), hingga penjelajahan tim darat di area pesisir batu karang. Namun, sampai batas waktu operasi hari ini ditutup, keberadaan korban belum berhasil diidentifikasi,” ujar Restu.

Kondisi tersebut diperparah oleh cuaca ekstrem di samudera selatan Jawa. Koordinator Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto, membenarkan bahwa faktor cuaca menjadi batu sandungan terbesar bagi keselamatan personel dan efektivitas perahu karet di perairan terbuka.

Baca Juga :  Temuan Koin Kuno di Ujunggenteng, Disbudpora Sukabumi Telusuri Jejak Era 1800-an

“Kendala paling kentara di lapangan adalah embusan angin laut yang sangat kencang, yang secara spontan memicu kenaikan tinggi gelombang air laut secara ekstrem. Hal ini membatasi ruang gerak tim perahu karet,” urai Suryo.

Berdasarkan hasil rapat evaluasi teknis yang digelar oleh seluruh elemen SAR gabungan pada Senin malam, tim mendeteksi adanya pergeseran pola arus bawah laut yang bergerak statis menuju arah timur, tepatnya ke wilayah Pantai Minajaya. Menyikapi temuan data tersebut, komando operasi memutuskan untuk mengubah total strategi penyisiran pada hari keempat, Selasa esok hari.

“Melihat pola pergerakan arus yang cenderung mengarah ke Pantai Minajaya, besok skema pencarian akan kami balik. Tim akan memulai penyisiran menyisir dari arah Pantai Minajaya menuju ke titik awal lokasi kejadian di Muara Cipanarikan. Kami berharap dengan perubahan strategi taktis ini, posisi korban dapat segera ditemukan,” ungkap Restu optimis.

Baca Juga :  Disbudpora Kabupaten Sukabumi Hadiri Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi

Peristiwa ini bermula ketika Tobi Efendi tergulung ombak saat berenang bersama ayah kandungnya, Ahmad Efendi (36), pada Jumat (19/6/2026) sore kelam. Sang ayah sendiri telah berhasil dievakuasi lebih dulu oleh tim SAR gabungan pada pencarian hari kedua, Sabtu pagi, dalam kondisi meninggal dunia pada radius 200 meter dari lokasi awal terseret arus. Kini, doa dan asa bertumpu pada operasi hari keempat agar jasad sang anak dapat segera dipulangkan ke rumah duka di Bogor.

Traktir Kopi
Tag: