Beranda / Nasional / Wakaf 1.000 Meter dari Mualaf, Muhammadiyah Siapkan Pusat Pembinaan Terpadu

Wakaf 1.000 Meter dari Mualaf, Muhammadiyah Siapkan Pusat Pembinaan Terpadu

JUBIRTVNEWS.COM – Seorang mualaf di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mewakafkan tanah seluas 1.000 meter persegi kepada Muhammadiyah sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan umat. Lahan tersebut direncanakan akan dikembangkan menjadi pusat pembinaan terpadu bagi para mualaf.

Penyerahan wakaf berlangsung dalam kegiatan pembinaan yang diikuti sekitar 100 mualaf pada Ahad (26/4/2026). Momentum ini menjadi simbol tumbuhnya keimanan sekaligus kepedulian sosial dari seorang yang baru memeluk Islam.

Mengutip Muhammadiyah.or.id, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muchamad Arifin, mengapresiasi langkah tersebut. Ia menegaskan, wakaf ini bukan sekadar penyerahan aset, melainkan cerminan keteguhan iman seorang mualaf.

Baca Juga :  Seminar Literasi Digital di Palembang Tekankan Pentingnya Etika dan Kecakapan Digital

“Wakaf ini bukan hanya pemberian aset, tetapi bukti keimanan yang tumbuh kuat. Ini menunjukkan bahwa mualaf tidak hanya menjadi objek pembinaan, tetapi juga subjek yang mampu memberi dan menguatkan umat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Pimpinan BAZNAS RI Rizaludin Kurniawan serta jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DI Yogyakarta.

Baca Juga :  Ini 6 Tips Mudik Lebaran 2025 agar Aman dan Nyaman dari Korlantas Polri

Sementara itu, muwakif berharap tanah yang diwakafkan dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pembinaan berkelanjutan. Ia mengaku masih dalam proses belajar sebagai mualaf, namun ingin menghadirkan ruang bagi sesama untuk memperkuat keimanan.

“Kami masih dalam proses belajar. Semoga tempat ini bisa menjadi ruang untuk memperkuat iman dan menyempurnakan ibadah,” ungkapnya.

Ke depan, Muhammadiyah melalui LDK akan mengembangkan lahan tersebut menjadi pusat pembinaan terpadu. Program yang disiapkan tidak hanya berfokus pada pendidikan keislaman, tetapi juga mencakup penguatan ibadah serta pemberdayaan ekonomi umat.

Baca Juga :  Perkuat Kompetensi Guru di Era Digital, Mafindo–IGI Bogor Gelar Pelatihan AI Ready ASEAN

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam menghadirkan dakwah yang tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan kemandirian.

Peristiwa ini menegaskan bahwa hidayah tidak hanya mengubah keyakinan seseorang, tetapi juga mendorong lahirnya kepedulian serta kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

Tag:

Pos-pos Terbaru