Beranda / Peristiwa / Sanggar Seni Kuda Lumping di Ciracap Sukabumi Ludes Terbakar, Puluhan Kostum hingga Gamelan Hangus

Sanggar Seni Kuda Lumping di Ciracap Sukabumi Ludes Terbakar, Puluhan Kostum hingga Gamelan Hangus

☕ Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Suasana dini hari di kawasan Kampung Cigelang RT 006/004, Desa Gunung Batu, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, mendadak gempar. Kebakaran hebat melanda sebuah rumah tinggal yang sekaligus difungsikan sebagai Sanggar Seni Cepet Laras Sekar pada Jumat (12/6/2026) sekira pukul 01.00 WIB dini hari.

Peristiwa memilukan tersebut diduga kuat dipicu oleh adanya hubungan arus pendek atau korsleting listrik. Sialnya, saat percikan api pertama kali muncul, pemilik sanggar dilaporkan sedang tidak berada di lokasi kejadian. Alhasil, amukan si jago merah dengan sangat cepat membesar hingga menghanguskan seluruh bangunan panggung berukuran 5×8 meter tersebut beserta seluruh aset perlengkapan seni budaya di dalamnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, puluhan warga setempat sempat bahu-membahu berupaya menjinakkan kobaran api dengan menggunakan peralatan seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga :  Legislator Senayan Dukung Wacana Penggabungan Susukecir ke Kota Sukabumi, Dianggap Rasional

Agus, salah seorang warga setempat, mengaku dirinya sempat mendengar teriakan histeris dari tetangga sekitar saat kobaran api mulai membubung tinggi dan melumat bagian dalam bangunan sanggar.

“Saya langsung berlari keluar rumah setelah mendengar warga berteriak kebakaran. Begitu saya sampai di lokasi, kondisi api sudah terlanjur membesar dan terlihat jelas membakar area bagian tengah sanggar,” kata Agus saat memberikan kesaksian di lokasi kejadian, Jumat pagi.

Menurut Agus, warga yang berkumpul sebenarnya langsung berinisiatif untuk menyelamatkan barang-barang berharga yang masih bisa dievakuasi dari dalam bangunan. Namun, lantaran material bangunan didominasi bahan yang mudah terbakar, amukan api menjadi sangat agresif dan sulit untuk dikendalikan.

“Di dalam sanggar itu tersimpan banyak sekali perlengkapan seni tradisional dan kostum berbahan kain, jadi api sangat cepat merembet. Warga sempat didera kepanikan luar biasa karena takut lidah api merambat ke bangunan rumah warga lainnya,” ujarnya menambahkan.

Baca Juga :  Belum Genap Setahun Alun-alun Gadobangkong Rusak Parah, Ornamen Penyu Ikonik Berlubang

Sementara itu, anggota Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kecamatan Ciracap, Hendra Gunawan, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pendataan dampak bencana begitu menerima laporan darurat dari masyarakat.

“Kami langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pendataan menyeluruh serta berkoordinasi secara intensif dengan pihak pemerintah desa dan unsur terkait lainnya,” ujar Hendra.

Hendra menyebutkan musibah kebakaran ini membawa pukulan telak bagi kelestarian seni lokal karena menyebabkan kerugian materiil yang cukup besar. Hampir seluruh instrumen dan atribut sakral untuk pementasan seni budaya dilaporkan rata dengan tanah.

“Aset yang hangus terbakar di antaranya meliputi satu set instrumen gamelan, puluhan stel kostum tari tradisional, topeng cepet, barongan, properti kuda lumping, hingga berbagai aksesori pertunjukan lainnya. Total kerugian materiil sementara ini diperkirakan menembus angka Rp127,8 juta,” jelas Hendra secara terperinci.

Baca Juga :  Dukung Program Presiden, Koramil Surade dan Polsek Ciracap Siap Kawal MBG di Waluran

Dampak dari bencana ini juga dirasakan langsung oleh komunitas seni setempat. Sebanyak 35 pemain beserta satu orang pawang seni budaya kuda lumping Laras Sekar kini terpaksa menghentikan total seluruh aktivitas latihan rutin maupun agenda pertunjukan komersial mereka untuk sementara waktu.

Meskipun dipastikan tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, para korban yang terdampak kini sangat membutuhkan uluran bantuan darurat dari berbagai pihak. Kebutuhan mendesak yang saat ini diperlukan di antaranya meliputi pakaian layak pakai, pasokan makanan, kasur, tenda darurat, perlengkapan sanitasi, hingga bantuan pengadaan kembali peralatan seni guna memulihkan eksistensi sanggar budaya tersebut.

Hingga Jumat pagi, petugas gabungan dari berbagai unsur kedaruratan masih bersiaga dan melakukan pendataan akhir di lokasi puing kebakaran.

☕ Traktir Kopi
Tag: