JUBIRTVNEWS.COM — Bursa perebutan kursi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi dalam Musyawarah Daerah (Musda) 2026 mulai mencuat. Nama Budi Azhar Mutawali disebut langsung oleh Ketua Pelaksana Musda sebagai salah satu kader yang akan mencalonkan diri.
Namun, Budi Azhar yang saat ini menjabat Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, belum menyatakan dirinya resmi maju. Ia justru menegaskan bahwa dirinya belum mendaftarkan diri.
Musda DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi kini tengah dipersiapkan. Panitia Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) telah dibentuk. Komunikasi terkait pelaksanaan Musda juga telah dilakukan dengan DPD Partai Golkar Jawa Barat, termasuk pengajuan dan komunikasi mengenai jadwal pelaksanaan.
Ketua Pelaksana Musda Golkar Kabupaten Sukabumi, Deni Gunawan, sebelumnya menyebut Budi Azhar sebagai salah satu nama yang akan mencalonkan diri dalam kontestasi Ketua DPD Golkar Kabupaten Sukabumi.
Deni juga menegaskan bahwa pencalonan terbuka bagi kader yang memenuhi persyaratan. Bahkan, anggota panitia Musda pun tetap memiliki hak untuk mencalonkan diri.
“Boleh. Kalau memenuhi syarat, kenapa tidak? Kan ada aturannya,” kata Deni.
Meski demikian, Deni menyebut hingga kini belum ada anggota panitia yang menyatakan diri maju sebagai calon Ketua DPD Golkar Kabupaten Sukabumi.
Budi Azhar: Semua Kader Berhak
Pernyataan panitia yang menyebut namanya sebagai bakal calon kemudian dikonfirmasi kepada Budi Azhar.
Alih-alih memastikan pencalonannya, Budi mengatakan bahwa seluruh kader Partai Golkar memiliki hak untuk maju dalam Musda.
“Iya, semua orang, semua kader hari ini berhak. Tinggal tunggu nanti pada saat waktunya pendaftaran,” ujar Budi Azhar kepada jubirtvnews, Jum’at (4/9/2026).
Ketika ditanya secara langsung apakah dirinya membenarkan akan mencalonkan diri, Budi kembali menyerahkan kepastian tersebut pada proses pendaftaran.
“Semua juga pasti punya keinginan. Tinggal nanti dibuktikan dalam proses pendaftaran setelah dibuka oleh panitia,” katanya.
Budi juga tidak mempermasalahkan ketika Ketua Pelaksana Musda menyebut namanya sebagai calon. Menurutnya, hal tersebut merupakan pandangan dari rekan-rekan di internal partai.
“Ya itu pemikiran teman-teman, silakan,” ucapnya.
Namun, Budi memberikan penegasan penting bahwa dirinya belum mendaftarkan diri.
“Iya enggak apa-apa, tapi kan saya belum daftar,” tegasnya.
Pernyataan tersebut membuat posisi Budi Azhar saat ini berada di antara nama yang disebut panitia dalam bursa dan calon yang secara resmi mendaftar. Kepastian pencalonannya masih menunggu dibukanya pendaftaran Musda.
Dengan 52 pemilik suara yang nantinya menentukan Ketua DPD Golkar Kabupaten Sukabumi, pertarungan kepemimpinan partai berlambang pohon beringin tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu agenda politik lokal yang menarik perhatian.
Sejauh ini, panitia terus mematangkan persiapan Musda sambil menunggu penetapan jadwal dari DPD Partai Golkar Jawa Barat.
Sementara nama Budi Azhar sudah disebut oleh panitia, keputusan apakah dirinya benar-benar masuk gelanggang tetap menunggu satu tahap penting yaitu pendaftaran resmi.






