Beranda / Peristiwa / Geger Pria 27 Tahun di Ujunggenteng Ditemukan Tergantung Tali Sepatu di Kamar Mandi

Geger Pria 27 Tahun di Ujunggenteng Ditemukan Tergantung Tali Sepatu di Kamar Mandi

Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Warga Kampung Cipaku, Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan ditemukannya seorang pria dalam keadaan meninggal dunia di dalam rumahnya, Senin (7/9/2026).

Korban diketahui berinisial DP (27), seorang warga Kampung Cipaku, Desa Ujunggenteng. Ia ditemukan dalam posisi tergantung di area kamar mandi rumah sekitar pukul 09.30 WIB.

Kapolsek Ciracap AKP Taufick Hadian mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh ibu kandungnya, S (62), yang saat itu berada di dalam rumah.

“Korban pertama kali ditemukan oleh ibunya sendiri. Pada saat kejadian saksi sedang berada di ruang tengah rumah, selanjutnya saksi akan ke dapur, tetapi tiba-tiba melihat korban yang merupakan anaknya dalam keadaan gantung diri di ruang kamar mandi rumahnya,” kata AKP Taufick Hadian.

Baca Juga :  Launching Makan Bergizi Gratis di Desa Waluran Sukabumi

Panik melihat kondisi anaknya, sang ibu kemudian berteriak meminta bantuan warga sekitar. Teriakan tersebut didengar oleh sejumlah tetangga yang langsung mendatangi rumah korban.

Dua warga, Ade Sunardi dan Sobirin, kemudian masuk ke rumah dan menurunkan korban dari posisi tergantung sebelum peristiwa tersebut dilaporkan kepada aparat pemerintah desa dan Polsek Ciracap.

Baca Juga :  Polisi Periksa 12 Saksi Kasus Kematian Siswi MTs Cikembar, Dalami Motif Dugaan Bullying

Menerima laporan tersebut, anggota Polsek Ciracap langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

“Dari hasil pengecekan awal di TKP, korban diduga melakukan gantung diri dengan menggunakan tali sepatu dengan panjang kurang lebih 50 sentimeter,” ungkapnya.

Menurut Kapolsek, hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui latar belakang yang diduga menjadi penyebab korban melakukan tindakan tersebut.

“Untuk motif atau latar belakangnya masih dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Ciracap,” jelas AKP Taufick.

Baca Juga :  Siswi MTs di Sukabumi Diduga Akhiri Hidup Karena Bullying, Polisi Selidiki

Sementara itu, pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan pemeriksaan visum terhadap jenazah korban.

Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum di sekitar wilayah tempat tinggalnya.

Catatan Redaksi:
Berita ini tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami gejala depresi, krisis emosional, atau memiliki pemikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan kesehatan jiwa atau konsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Traktir Kopi
Tag: