JUBIRTVNEWS.COM – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan generasi muda agar memanfaatkan gadget untuk hal-hal positif, terutama sebagai sarana belajar dan menambah pengetahuan.
Di sisi lain, Sigit meminta para generasi muda berhati-hati dalam menggunakan gadget.
Hal tersebut disampaikan Sigit saat menghadiri Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di kawasan Selabintana, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).
Sigit mengatakan perkembangan gadget dan media sosial membuat akses terhadap informasi menjadi semakin cepat. Berbagai informasi maupun ilmu pengetahuan yang sebelumnya sulit diperoleh kini dapat diakses hanya dalam hitungan detik.
“Saya ingin mengingatkan bahwa dengan perkembangan gadget, tentunya adik-adik semua dengan sangat mudah mempelajari. Yang tadinya dunia berjarak, namun dengan adanya perkembangan gadget, perkembangan media sosial, semuanya menjadi serba cepat,” ujar Sigit.
Menurutnya, kemajuan teknologi juga memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk belajar berbagai hal tanpa harus berada di ruang kelas. Dengan memanfaatkan mesin pencari dan berbagai platform digital, pengetahuan dapat diperoleh dengan mudah.
“Yang dulunya berjarak, saat ini dengan menggunakan gadget, dengan menggunakan Google, dengan menggunakan berbagai macam perangkat platform yang ada, kita bisa belajar apa saja yang ingin kita ketahui. Dan tentunya ini menjadi hal yang positif yang membuat kita semua bisa belajar tanpa harus belajar di ruang kelas,” katanya.
Namun, Sigit mengingatkan kemudahan tersebut juga harus diikuti dengan sikap bijak dan kehati-hatian.
Ia mencontohkan game yang pada awalnya hanya dimainkan sebagai hiburan, tetapi dapat berkembang menjadi permainan yang mengarah pada judi online.
“Awal mula kita mungkin ingin belajar tentang game, kemudian bergeser game di situ ada permainan game yang kemudian mengarah pada judi online. Diam-diam kita coba-coba karena kita anggap game, akhirnya kita kecanduan, dan akhirnya kita terjebak untuk ikut judi online,” tuturnya.
Sigit meminta generasi muda tidak mencoba-coba judi online karena dinilai dapat menimbulkan lebih banyak dampak buruk dibandingkan manfaat.
“Nah, ini yang saya ingatkan, tolong hati-hati. Karena di mana-mana yang namanya judi online ini banyak mudaratnya daripada manfaatnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kapolri juga meminta generasi muda mewaspadai berbagai ancaman kejahatan dan pengaruh negatif yang dapat menyebar melalui media sosial.
Menurut Sigit, media sosial tidak hanya menjadi sarana mendapatkan informasi dan pengetahuan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan paham-paham yang berpotensi membahayakan generasi muda.
“Kemudian yang kedua, banyak sekali ancaman kejahatan, kemudian pengaruh-pengaruh negatif, penyebaran paham-paham dari media sosial yang tentunya adik-adik semua harus kemudian waspada, sadar, dan paham bahwa ini berbahaya dan ini tidak boleh diikuti,” ujar Sigit.
Sementara itu, Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 diikuti sebanyak 5.400 peserta dari unsur pelajar PUI tingkat sekolah dasar hingga SMA dan SMK, Himpunan Mahasiswa PUI, Pemuda PUI, guru, jajaran pengurus, hingga tokoh PUI.
Mereka merupakan perwakilan dari sejumlah wilayah, khususnya Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Selain itu, hadir pula perwakilan dari Sumatera Utara dan sejumlah provinsi lainnya.





