Beranda / Video / Jembatan Baru di Simpenan Sukabumi, Akhiri Perjuangan Berbahaya Pelajar Menyeberangi Sungai

Jembatan Baru di Simpenan Sukabumi, Akhiri Perjuangan Berbahaya Pelajar Menyeberangi Sungai

☕ Traktir Kopi

Simpenan, jubirtvnews.com – Setelah bertahun-tahun mempertaruhkan nyawa dengan menyeberangi sungai deras untuk bersekolah, pelajar dan warga di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, kini bisa bernapas lega.

Jembatan gantung sepanjang 100 meter akhirnya dibangun oleh relawan Sehati Gerak Bersama, menghubungkan Desa Cidadap dan Desa Loji, yang sebelumnya terpisah oleh aliran sungai yang sering meluap.

Andri Kurniawan, founder relawan Sehati Gerak Bersama, mengatakan bahwa jembatan ini terwujud berkat donasi murni dari berbagai pihak tanpa bantuan dana pemerintah.

Baca Juga :  ASN Pemkab Sukabumi Diminta On Call saat WFH

“Motivasi kami adalah keselamatan pelajar yang harus menyeberangi sungai. Bahkan, beberapa korban jiwa sudah jatuh di sana,” ujarnya, Sabtu (21/9/2024).

Baca juga: Korupsi Dana Desa: Mantan Kepala Desa Citamiang Ditangkap Setelah Mangkir dari Panggilan

Andri menjelaskan, Jembatan yang menghubungkan tiga kampung, yaitu Kampung Cikadaka, Kampung Naringgul, dan Kampung Sawahbera, ini dibangun oleh para Relawan yang dimotori Sehati Gerak Bersama.

Baca Juga :  Duduk Perkara Insiden Perusakan Rumah Singgah di Sukabumi, Aparat Tegaskan Bukan Tempat Ibadah

Jembatan ini sangat vital, terutama bagi puluhan anak sekolah yang sebelumnya harus berenang atau menggunakan ban bekas untuk menyeberang.

Berita video selengkapnya:

Pembangunan jembatan tersebut menghabiskan dana Rp 235 juta dan berlangsung selama 49 hari, dengan tantangan utama adalah cuaca ekstrem.

“Alhamdulillah, jembatan ini didanai sepenuhnya oleh donatur dan diperkirakan bisa bertahan lebih dari 10 tahun,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tahu Berjamur Masuk Ompreng, Program MBG di Simpenan Sukabumi Disorot Warga

Sementara itu, Camat Simpenan, R. Ade Akhsan Bratadiredja, juga menyampaikan bahwa keinginan membangun jembatan sudah ada sejak tahun 1998, namun baru terealisasi berkat inisiatif dari relawan dan donatur.

“Alhamdulillah atas inisiasi, partisipatif donasi dari rekan rekan yang memang dikolaborasikan melalui sehati gerak bersama, ada donatur lain kurang lebih 6, ini dapat terwujud jembatan gantung,” kata R. Ade.

☕ Traktir Kopi
Tag: