Beranda / Daerah / Masuki Musim Kemarau, Sukabumi Siaga Hadapi Potensi Kekeringan

Masuki Musim Kemarau, Sukabumi Siaga Hadapi Potensi Kekeringan

Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di Kota Sukabumi. Meski hingga kini belum ada laporan warga yang terdampak kekeringan, langkah antisipasi terus disiapkan dengan menetapkan status siaga kekeringan dan memperkuat koordinasi lintas instansi guna memastikan penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila kondisi memburuk.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menyatakan belum menerima laporan maupun pengaduan masyarakat terkait kekeringan. Meski demikian, BPBD akan menerbitkan surat kesiapsiagaan bencana kekeringan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Sukabumi, Suhendar, mengatakan penerbitan surat siaga tersebut dilakukan seiring mulai munculnya tanda-tanda dampak kekeringan. BPBD juga akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah wilayah dan berbagai pemangku kepentingan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila masyarakat mulai terdampak.

Baca Juga :  Video: DPRD dan Pemkab Sukabumi Sepakati KUA-PPAS 2026 dalam Rapat Paripurna

“Sampai sekarang Alhamdulillah di Kota Sukabumi belum ada pengaduan masyarakat terkait bencana kekeringan. Tetapi untuk ke depannya, berhubung pada saat ini dampak kekeringan sudah mulai ada tanda-tanda, dan kami juga nanti akan menerbitkan surat kesiapsiagaan bencana kekeringan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan dampak paling signifikan dari kekeringan adalah berkurangnya debit air sumur warga yang menyebabkan berkurangnya air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga :  Saluran Somang Kering, Warga Kampung Cimenteng Sukabumi Hanya Bertahan Dua Hari dengan Bantuan Air

“Yang mana, sumur-sumur yang ada di masyarakat debit airnya berkurang sehingga mereka kekurangan air untuk masak, minum. Jadi, masyarakat minta bantuan ke BPBD untuk didistribusikan air bersih dan BPBD juga koordinasi dengan pihak PDAM, dalam hal ini, Pemda juga, dan kami distribusikan permintaan air tersebut kepada masyarakat,” katanya.

Suhendar menambahkan, status siaga bencana kekeringan telah diberlakukan sejak 1 Juli 2026 dan direncanakan berlangsung hingga 30 September 2026. Apabila kondisi musim kemarau masih berlanjut, masa siaga akan diperpanjang sesuai perkembangan situasi.

“Untuk siaga kekeringan kami berlakukan mulai 1 Juli sampai 30 September, kalaupun nanti masih berlanjut, akan kami perpanjang,” ujarnya

Baca Juga :  Kenapa Masih Hujan Meski Sudah Musim Kemarau? Begini Penjelasan BMKG

Selama berstatus siaga bencana kekeringan, BPBD akan terus melakukan pemantauan dan monitoring ke berbagai wilayah. Jika ditemukan dampak kekeringan di masyarakat, BPBD akan segera mengambil langkah penanganan sesuai kebutuhan.

BPBD Kota Sukabumi juga akan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat selama musim kemarau melalui berbagai media sosial, seperti TikTok, Instagram, juga grup WhatsApp. Sosialisasi tersebut berisi ajakan untuk menghemat penggunaan air bersih, sekaligus memberikan informasi mengenai potensi dampak yang dapat ditimbulkan akibat kekeringan diantaranya kebakaran lahan.

Traktir Kopi
Tag: