Beranda / Peristiwa / Perempuan Tanpa Identitas Tewas Tersambar KA Pangrango di Parungkuda Sukabumi

Perempuan Tanpa Identitas Tewas Tersambar KA Pangrango di Parungkuda Sukabumi

Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Seorang perempuan tanpa identitas meninggal dunia setelah tertemper KA Pangrango relasi Sukabumi–Bogor di wilayah Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Selasa (4/8/2026) pagi.

Korban tewas di lokasi kejadian setelah mengalami luka berat akibat tersambar kereta yang melintas. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Sekarwangi Cibadak untuk menjalani proses identifikasi.

Humas RSUD Sekarwangi, Irman Firmansyah Saputra, mengatakan jenazah korban tiba di Instalasi Pemulasaran Jenazah sekitar pukul 07.30 WIB. Selanjutnya, tim medis melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban.

“Datang ke rumah sakit sekitar pukul 07.30 WIB, untuk luka-luka di kepala, di jidat luka robek terus kaki keduanya patah,” jelasnya.

Baca Juga :  Mulai 18 Juni 2025, KA Pangrango Rute Bogor–Sukabumi Berangkat dari Stasiun Bogor Paledang

Selain pemeriksaan medis, proses identifikasi juga dilakukan dengan melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) melalui pengecekan sidik jari. Namun hingga saat ini identitas korban belum berhasil diketahui.

“Disduk telah melakukan pengecekan sidiki jari, namun tidak terbaca,” ujar Irman.

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta membenarkan adanya insiden tersebut.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan peristiwa terjadi pada pukul 05.47 WIB di KM 37+400/500, petak jalan antara Stasiun Cibadak dan Stasiun Parungkuda.

Korban diduga merupakan pejalan kaki yang berada di jalur rel saat PLB 223A KA Pangrango relasi Sukabumi–Bogor melintas.

Baca Juga :  Promo Libur Sekolah! Naik KA Pangrango ke Sukabumi Cuma Rp31 Ribu

Setelah menerima laporan dari masinis, petugas KAI segera berkoordinasi dengan petugas Stasiun Parungkuda untuk melakukan pengamanan lokasi kejadian sekaligus pemeriksaan rangkaian kereta.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan dipastikan kondisi lokomotif serta rangkaian aman di Stasiun Parungkuda, perjalanan KA Pangrango kembali dilanjutkan,” ujar Franoto.

Akibat insiden tersebut, perjalanan KA Pangrango mengalami keterlambatan sekitar tiga menit.

Franoto menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar jalur rel kereta api.

“Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berjalan kaki, beraktivitas, ataupun menggunakan jalur rel sebagai jalan pintas karena memiliki risiko yang sangat tinggi,” katanya.

Baca Juga :  2 Motor dan Truk Kontainer Terlibat Kecelakaan Maut di Parungkuda Sukabumi, Satu Orang Meninggal

KAI juga menegaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, jalur rel merupakan kawasan terbatas yang hanya diperuntukkan bagi operasional kereta api.

Masyarakat diminta untuk selalu menggunakan perlintasan resmi saat menyeberang dan tidak memasuki ruang manfaat jalur kereta api tanpa kepentingan yang sah.

“Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap aturan keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan tidak beraktivitas di sekitar rel, masyarakat turut membantu menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api,” pungkas Franoto.

Hingga berita ini diterbitkan, identitas korban masih dalam proses pencarian oleh pihak berwenang.

Traktir Kopi
Tag: