JUBIRTVNEWS.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi meluncurkan program Sekolah Maung (Manusia Unggul) sebagai bagian dari transformasi pendidikan untuk mencetak generasi berdaya saing tinggi. Pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, sekolah kategori ini akan memulai pendaftaran lebih awal dengan mekanisme seleksi yang berbeda dari sekolah reguler.
Berdasarkan penetapan Dinas Pendidikan Jabar, tiga dari 41 Sekolah Maung masuk wilayah Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah V, yaitu SMAN 2 Kota Sukabumi, SMAN 1 Palabuhanratu, dan SMKN 1 Cibadak.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan bahwa Sekolah Maung didesain untuk memberikan layanan optimal bagi siswa berprestasi tanpa dibatasi oleh jalur zonasi atau domisili.
“Untuk Sekolah Maung, SPMB-nya dimulai lebih dulu dan tidak ada lagi jalur domisili seperti di sekolah reguler,” ujarnya pada kegiatan Kick Off SPMB Jawa Barat SMA, SMK, SLB di Kompleks Olahraga Arcamanik, Kota Bandung, Senin (18/5/2026).
Purwanto menuturkan, pada pelaksanaan SPMB 2026, sekolah-sekolah yang masuk kategori Sekolah Maung akan menggunakan jalur prestasi sebagai mekanisme utama penerimaan murid baru. Pelaksanaannya juga dimulai lebih awal, yakni pada 25-29 Mei 2026.
Sementara itu, untuk sekolah reguler, jalur penerimaan tetap menggunakan skema seperti tahun sebelumnya, yakni jalur prestasi, domisili, dan perpindahan tugas orang tua. Tahap pertama dilaksanakan pada 29 Mei-8 Juni 2026, sedangkan tahap dua digelar pada 30 Juni-6 Juli 2026.
Lebih lanjut Purwanto menjelaskan, penentuan sekolah yang masuk program Sekolah Maung dilakukan berdasarkan usulan KCD tiap wilayah di Jabar serta hasil verifikasi tim di masing-masing kabupaten/kota.
“Kita meminta masukan dari cabang dinas dan tim verifikasi. Mereka mengajukan sekolah-sekolah yang ada di wilayahnya masing-masing, lalu ditetapkan sebagai program Sekolah Maung melalui transformasi sekolah yang sudah ada,” katanya.
Menurutnya, program tersebut bertujuan mengembalikan citra sekolah-sekolah negeri unggulan agar kembali menjadi kebanggaan masyarakat, sekaligus menjadi alternatif bagi siswa berprestasi.
“Kita ingin mengembalikan sekolah-sekolah yang dulu dibanggakan menjadi kebanggaan lagi bagi masyarakat dan menjadi alternatif untuk mereka yang berprestasi agar bisa dilayani dengan baik di sekolah negeri,” ungkapnya.
Ia menilai, selama ini banyak sekolah unggulan menjadi tujuan utama masyarakat. Namun, tidak sedikit siswa memilih sekolah swasta karena memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat ingin memastikan siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan layanan pendidikan yang layak.
“Bayangkan kalau mereka yang kemampuan ekonominya rendah tetapi berprestasi, mereka harus dilayani dengan baik oleh pemerintah. Ini bentuk inklusivitas kita dalam melayani anak-anak berprestasi yang membutuhkan perhatian,” katanya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan program tersebut, termasuk efektivitas 41 sekolah yang telah ditetapkan pada tahap awal.
Kadisdik menegaskan, keberadaan Sekolah Maung tidak menganulir jalur prestasi pada sekolah reguler. Sekolah reguler tetap membuka jalur prestasi yang tahun ini tidak lagi menggunakan tes tambahan. Seleksi dilakukan berdasarkan nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang telah divalidasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. “Sekarang menggunakan rapor dan TKA, jadi tidak ada tes lagi,” jelasnya.
Terpisah, Kepala KCD Pendidikan Wilayah V Jabar, Lima Faudiamar, dalam sosialisasi di SMAN 1 Kota Sukabumi menekankan pentingnya transparansi dan inklusivitas dalam proses ini. Salah satu inovasi tahun ini adalah Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) yang dimulai pada 25 Mei 2026.
“PCMB dilakukan untuk memetakan lulusan SMP/MTs se-Jawa Barat berdasarkan pilihan jenis sekolah dan jalur masuknya. Ini adalah langkah awal sebelum masuk ke tahap pendaftaran resmi,” jelas Lima.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia SPMB KCD Wilayah V, Iwan Setiawan, menyatakan akan melakukan sosialisasi hingga tingkat akar rumput (RT/RW).
“Kita juga nanti ada sosialisasi sekolah, per titik. Nanti yang diundang lebih ke grassroot sampai tingkat RT, RW dan orang tua siswa. Sehingga diharapkan calon siswa yang merupakan lulusan SMP, tsanawiyah maupun Paket B mendapatkan informasi utuh dan bisa mengakses pendidikan selanjutnya,” jelasnya.
Sumber: Laman Disdik Jabar dan Portal Resmi Pemkot Sukabumi







