JUBIRTVNEWS.COM – Isak tangis pecah di pesisir selatan Kabupaten Sukabumi. Insiden kecelakaan laut mematikan kembali terjadi, kali ini menimpa tiga wisatawan di kawasan Pantai Alor Cilangkob, Tenda Biru, Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Senin (23/3/2026).
Dari tiga korban yang tergulung ombak, seorang bocah berusia 8 tahun bernama Aden, warga Kecamatan Cimanggu, ditemukan tim SAR dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, dua korban lainnya, yakni Ujang Abduloh (30) dan satu orang lain yang belum diketahui identitasnya, dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian intensif.
Peristiwa nahas ini bermula sekitar pukul 12.00 WIB saat ketiga korban tengah menikmati suasana libur Lebaran dengan berenang di sekitar lokasi wisata Pantai Alor. Memasuki pukul 13.00 WIB, arus laut selatan tiba-tiba menarik ketiganya ke tengah.
Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, upaya penyelamatan sempat dilakukan secara mandiri oleh pihak keluarga. Namun, derasnya arus justru membuat evakuasi menjadi bumerang; salah satu korban dewasa diduga ikut terseret saat mencoba meraih korban lainnya yang sudah lebih dulu terbawa arus.
Mendapat laporan darurat, tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI AL, Polairud, relawan, serta masyarakat setempat langsung terjun ke lokasi pada pukul 13.30 WIB.
Anggota TNI AL Pos Ujunggenteng, Serda Bambang H, mengonfirmasi bahwa fokus utama saat ini adalah menyisir area sekitar titik kejadian guna menemukan dua korban yang masih hilang.
“Pencarian terus kami lakukan dengan memperluas area penyisiran. Kami juga berkoordinasi dengan berbagai pihak agar proses pencarian berjalan maksimal,” ungkapnya.
Ia menambahkan, karakteristik perairan selatan Sukabumi yang memiliki ombak tinggi dan arus kuat menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian.
Petugas kembali memberikan peringatan keras kepada para wisatawan agar tidak meremehkan kondisi laut selatan Sukabumi, terutama di area yang tidak dijaga ketat oleh lifeguard. Wisatawan diminta untuk tidak berenang terlalu jauh dari bibir pantai, mengingat perubahan arus yang bisa terjadi sewaktu-waktu secara mendadak.
Hingga berita ini diturunkan pada sore hari, operasi pencarian masih berlangsung. Jenazah korban Aden telah dievakuasi, sementara aparat dan relawan terus berjibaku melawan ombak demi menemukan dua korban lainnya yang belum kunjung ditemukan.










