Beranda / Lifestyle / Sering Bukber Saat Ramadan? Ini Tips Agar Tubuh Tetap Fit dan Keuangan Aman

Sering Bukber Saat Ramadan? Ini Tips Agar Tubuh Tetap Fit dan Keuangan Aman

JUBIRTVNEWS.COM – Buka bersama atau bukber menjadi momen yang selalu dinantikan saat Ramadan. Di tengah kesibukan pekerjaan dan aktivitas harian, agenda ini kerap dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi bersama keluarga, sahabat, maupun rekan kerja.

Namun di balik kemeriahannya, bukber juga sering identik dengan konsumsi makanan berlebihan serta pengeluaran yang meningkat. Jika tidak dikontrol, kebiasaan tersebut bisa berdampak pada kesehatan maupun kondisi keuangan.

Sejumlah sumber kesehatan menyebutkan bahwa pola makan saat berbuka sebaiknya dilakukan secara bertahap. Tubuh yang seharian berpuasa memerlukan adaptasi sebelum menerima asupan dalam jumlah besar. Karena itu, dianjurkan untuk memulai berbuka dengan air putih dan makanan manis alami seperti kurma atau buah, sebelum menyantap makanan utama.

Beberapa sumber juga menjelaskan bahwa konsumsi makanan tinggi gula, lemak, dan karbohidrat sederhana secara berlebihan saat bukber dapat memicu gangguan pencernaan, rasa begah, hingga lonjakan gula darah. Kondisi tersebut justru membuat tubuh terasa lemas kembali setelah makan.

Baca Juga :  Baznas Tetapkan Zakat Fitrah 2026 Sebesar Rp50 Ribu per Jiwa

Selain faktor makanan, kurangnya waktu istirahat akibat padatnya agenda selama Ramadan juga dapat memengaruhi kondisi tubuh.Oleh karena itu pentingnya menjaga kualitas tidur agar daya tahan tubuh tetap optimal selama berpuasa.

Di sisi lain, agenda bukber yang terlalu sering juga berpotensi membuat pengeluaran membengkak. Biaya makan di luar, transportasi, hingga kebutuhan tambahan lainnya bisa menggerus anggaran bulanan jika tidak dikendalikan.

Agar tetap sehat dan hemat di tengah agenda bukber yang padat, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

1. Pilih Takjil yang Ringan dan Bernutrisi

Saat berbuka, tubuh membutuhkan asupan yang dapat mengembalikan energi secara perlahan. Air putih membantu mengganti cairan tubuh yang hilang selama puasa, sementara kurma atau buah mengandung gula alami yang lebih mudah dicerna. Hindari langsung mengonsumsi gorengan atau makanan tinggi lemak dalam jumlah banyak karena dapat membebani kerja lambung yang kosong seharian.

Baca Juga :  Diguyur Hujan, DRPC Bagikan 100 Takjil untuk Pengguna Jalan di Surade

2. Kendalikan Porsi Makan dan Hindari Kalap

Suasana bukber dengan banyak pilihan menu sering membuat seseorang tergoda mengambil semua jenis makanan sekaligus. Sebaiknya ambil porsi secukupnya dan dahulukan makanan utama yang seimbang, mengandung karbohidrat kompleks, protein, serta sayuran. Beri jeda beberapa menit sebelum menambah porsi agar tubuh memiliki waktu untuk mengirim sinyal kenyang ke otak.

3. Batasi Minuman Manis dan Berkalori Tinggi

Minuman manis seperti sirup, es campur, atau minuman kekinian memang menggoda saat berbuka. Namun konsumsi berlebihan dapat meningkatkan asupan gula harian secara signifikan. Selain berisiko pada kesehatan, minuman tersebut juga sering kali membuat rasa kenyang semu sehingga porsi makan menjadi tidak terkontrol.

4. Atur Jadwal Bukber dan Waktu Istirahat

Tidak semua undangan harus dihadiri. Pilih agenda yang benar-benar penting agar tubuh tidak kelelahan akibat terlalu sering pulang larut malam. Pastikan tetap memiliki waktu tidur yang cukup agar stamina terjaga dan aktivitas kerja keesokan harinya tidak terganggu.

Baca Juga :  Jangan Salah Pilih! Ini Asupan Makanan yang Dibutuhkan Tubuh Setelah Olahraga

5. Susun Anggaran Khusus untuk Kebutuhan Sosial Ramadan

Banyaknya agenda bukber dapat memicu pengeluaran tambahan untuk makan di luar, transportasi, hingga pakaian. Buatlah batas anggaran sejak awal Ramadan dan patuhi perencanaan tersebut. Jika memungkinkan, pilih lokasi yang sesuai dengan kemampuan finansial atau usulkan konsep sederhana agar kebersamaan tetap terjaga tanpa harus membebani keuangan.

Pada akhirnya, esensi buka bersama bukan terletak pada kemewahan tempat atau banyaknya menu yang tersaji, melainkan pada kebersamaan dan nilai silaturahmi. Dengan pengaturan pola makan dan keuangan yang bijak, tradisi bukber tetap bisa dijalankan secara sehat, hemat, dan penuh makna di tengah kesibukan Ramadan.

Sumber: Berbagai Sumber

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru

error: Content is protected !!