Beranda / Daerah / Dobrak Sekat Birokrasi, SMK Pariwisata Bina Bakti Pertiwi Palabuhanratu Hadirkan Sekolah Full Gratis 3 Tahun dan Jaminan Siap Kerja Bersertifikasi BNSP-KKNI

Dobrak Sekat Birokrasi, SMK Pariwisata Bina Bakti Pertiwi Palabuhanratu Hadirkan Sekolah Full Gratis 3 Tahun dan Jaminan Siap Kerja Bersertifikasi BNSP-KKNI

JUBIRTVNEWS.COM – Potensi besar pariwisata di kawasan UNESCO Global Geopark Ciletuh-Palabuhanratu kerap kali menempatkan masyarakat lokal hanya sebagai penonton atau pekerja informal. Menjawab tantangan tersebut, SMK Pariwisata Bina Bakti Pertiwi kini hadir di Palabuhanratu dengan membawa konsep revolusioner: sekolah gratis tanpa biaya tersembunyi, sistem pembelajaran langsung di hotel (Teaching Factory), hingga jaminan sertifikasi kompetensi nasional.

Sekolah yang memanfaatkan fasilitas Pondok Dewata ini berlokasi sangat strategis di Jalan Kidang Kencana No. 21-22, Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, atau tepatnya berada di dekat kawasan Alun-Alun Gadibangkong. Letaknya yang berada di pinggir jalan utama dan dilewati langsung oleh angkutan umum menjadikannya sangat mudah diakses oleh para siswa dari berbagai penjuru wilayah.

Sekolah yang sejatinya telah memiliki rekam jejak operasional selama 27 tahun sejak tahun 1999 di Cicurug ini resmi memindahkan lokasi izin operasionalnya ke Palabuhanratu. Keputusan strategis ini diambil demi mendekatkan institusi pendidikan dengan episentrum industri pariwisata daerah.

Solusi SDM Lokal untuk Menjadi “Pemain” di Geopark Ciletuh

Sekretaris Yayasan, Yanto Suryahadi, mengungkapkan bahwa pendirian sekolah ini didasari oleh kegelisahan melihat minimnya keterlibatan masyarakat lokal dalam mengelola industri pariwisata yang kian berkembang pesat.

“Latar belakangnya, kan kita ini daerah wisata. Malahan hari ini sudah dapat green card dari UNESCO Global Geopark, Ciletuh-Palabuhanratu. Tapi masyarakat lokal enggak ada yang mengelola untuk menjadi pemain di dalamnya. Kami mengamati SMK di Pelabuhan banyak, tapi kenapa enggak ada yang ke pariwisata? Bagaimana caranya orang Palabuhanratu dan sekitarnya menjadi pemain. Kalau mau jadi pemain, harus bagus dong SDM-nya,” ujar Yanto kepada jubirtvnews.com, Rabu (3/6/2026).

Baca Juga :  Bencana Kembali Menghantam, Janji Tak Kunjung Datang: Setahun Kelam Warga Gempol Sukabumi dalam Lingkaran Tanah Bergerak

Untuk mencapai visi tersebut, SMK Pariwisata Bina Bakti Pertiwi membuka dua jurusan yang dinilai sangat minim di wilayah tersebut namun memiliki serapan industri yang tinggi, yaitu Perhotelan dan Kuliner (Tata Boga).

Terapkan Konsep Teaching Factory dan Guru Praktisi Eks-Manajer Hotel

Berbeda dengan SMK pada umumnya yang kerap terjebak dalam ruang lingkup teori, sekolah yang memanfaatkan eks fasilitas Pondok Dewata ini menerapkan metode Teaching Factory (TEFA) dengan porsi 70% praktik dan 30% teori.

Yanto menjelaskan bahwa para siswa akan langsung belajar di objek riil karena yayasan berada di bawah naungan konsorsium grup perhotelan yang memiliki belasan kamar siap pakai untuk praktik.

“Kami menyiapkan anak siap kerja karena yayasan kami bernaung di grup perhotelan. Konsep belajar kita itu adalah TEFA (Teaching Factory), belajar langsung di objeknya. Contoh pelajaran housekeeping, kita punya hotel dengan 12 kamar yang bisa dipakai praktik. Jadi, pelajaran housekeeping ya belajar di kamar hotel, belajar front office ya di meja front office, belajar Food & Beverage (F&B) ya langsung di ruangannya. Tidak di kelas tertutup,” jelas Yanto.

Kurikulum berbasis industri ini ditopang oleh tenaga pengajar lokal yang merupakan praktisi senior bersertifikat, mulai dari eks manajer hingga deputi manajer hotel ternama seperti Samudra Beach Hotel dan Pondok Dewata.

Baca Juga :  Eksekusi Lahan di Cangehgar Palabuhanratu Diwarnai Protes Warga, Ini Penyebabnya

Bebas Biaya 3 Tahun dan Fasilitas Sertifikasi BNSP-KKNI Gratis

Salah satu keunggulan utama dari SMK Pariwisata Bina Bakti Pertiwi adalah skema pembiayaan yang sepenuhnya gratis selama 3 tahun, termasuk biaya Praktik Kerja Lapangan (PKL). Kebijakan ini dapat terwujud berkat pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang optimal dari pemerintah pusat dan provinsi.

Selain itu, pihak yayasan juga tengah mendirikan Badan Latihan Kerja (BLK) mandiri agar siswa bisa mendapatkan sertifikat BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) dan KKNI secara cuma-cuma saat menginjak kelas 12.

“Begitu mereka lulus dari kita, di samping dapat ijazah, dapat dua sertifikat: BNSP dan KKNI. Yang nanti tim HRD perusahaan mana pun berharapnya itu, kan? Sertifikat itu sebagai jaminan bahwa anak ini sudah tersertifikasi oleh tim ahlinya,” tambah Yanto.

Tidak hanya itu, sebagai bentuk apresiasi bagi pendaftar di masa awal, pihak konsorsium grup hotel menyumbang dana pribadi untuk membagikan seragam jas hotel gratis kepada 100 pendaftar pertama.

Menambahkan hal tersebut, Ketua Yayasan, Aat Suwanto, menegaskan bahwa jaringan konsorsium hotel milik owner yayasan ini telah menjangkau wilayah yang luas, bahkan hingga keluar provinsi, yang siap menyerap lulusan terbaik.

“Kerja sama sebetulnya ada beberapa bahkan banyak, tapi kita belum bisa sebutkan semuanya. Ada di pulau lain bahkan sebetulnya, di provinsi lain. Artinya sejauh mana kebutuhan kita, nah itu yang akan kita lakukan,” ungkap Aat, kepada jubirtvnews di lokasi yang sama.

Baca Juga :  Video: Sinergi Pemerintah dan Warga, Kelurahan Jampangkulon Sukabumi Gelar Rakor dan Beri Insentif RT/RW

Pendaftaran Anti-Ribet: Terima Lulusan Paket B dan Tanpa Sekat Birokrasi

Di tengah rumitnya sistem penerimaan siswa baru (PPDB) jalur negeri yang kerap membingungkan orang tua, SMK swasta berjiwa sosial ini memilih jalur “anti-birokrasi”. Pihak sekolah memangkas seluruh prosedur digital yang rumit guna mempermudah masyarakat, seperti para nelayan dan warga yang memiliki keterbatasan akses teknologi.

Sekolah ini menerima semua lulusan, baik dari jalur sekolah reguler maupun lulusan Paket B (Kesetaraan). Batas usia pendaftaran pun disesuaikan dengan aturan longgar pemerintah, yakni maksimal 18 tahun pada bulan Juli bagi anak-anak yang sempat putus sekolah atau menganggur.

“Kalau masuk ke swasta itu tidak pusing, datang, terima, sekolah. Kita tidak punya jalur apa-apa, pokoknya asal anak mau, sehat, siap, ikut aturan kami, terima. Persyaratan administrasi bisa menyusul. Banyak anak yang tidak punya akte kelahiran atau kartu keluarga, nanti gampang kita urus secara massal dengan memanggil Disdukcapil. Kami mencari kemudahan, karena masyarakat ini sudah pusing dengan birokrasi yang bertele-tele,” pungkas Yanto menutup wawancara.

Dengan menerapkan kuota tanpa batas maksimal siswa untuk tahun ajaran ini, SMK Pariwisata Bina Bakti Pertiwi berkomitmen penuh menanggung seluruh buffer cost operasional demi mencetak generasi muda Palabuhanratu yang siap memimpin industri pariwisata di tanah mereka sendiri.

Tag:

Pos-pos Terbaru