Beranda / Peristiwa / Akses Jalan Rusak Renggut Nyawa Bayi, Ibu Pascamelahirkan Terpaksa Ditandu Warga di Jampangtengah

Akses Jalan Rusak Renggut Nyawa Bayi, Ibu Pascamelahirkan Terpaksa Ditandu Warga di Jampangtengah

JUBIRTVNEWS.COM – Tragedi kemanusiaan kembali terjadi di pelosok Kabupaten Sukabumi. Akibat akses jalan yang rusak parah, seorang bayi di Kampung Lamping, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, meninggal dunia. Tak hanya itu, sang ibu yang dalam kondisi lemah pascamelahirkan harus ditandu warga menggunakan bambu dan sarung untuk mendapatkan penanganan medis, Kamis (5/2/2026).

Potret memprihatinkan ini terekam dalam video yang viral di media sosial Facebook. Dalam rekaman tersebut, puluhan warga tampak bahu-membahu memikul tandu darurat melewati jalanan berlumpur yang tak mungkin dilalui kendaraan roda empat.

Baca Juga :  Dugaan Sampah MBG di Padaasih Dibantah Korcam SPPG Cisaat Sukabumi

Kronologi Kejadian

Sehari setelah melahirkan di rumahnya pada Rabu (4/2), sang ibu mengalami kontraksi hebat yang membutuhkan penanganan darurat. Namun, ambulans tidak dapat menjangkau lokasi karena kondisi infrastruktur yang hancur.

Warga akhirnya memutuskan untuk menandu pasien sejauh 800 meter menuju titik jalan yang masih bisa diakses mobil.

“Kalau nunggu ambulans masuk ke rumah, tidak mungkin. Jalannya memang sudah lama rusak,” ungkap Galih (25), salah seorang warga setempat.

Faktor Keterlambatan Evakuasi

Duka keluarga ini berlipat ganda karena bayi yang baru saja dilahirkan dinyatakan meninggal dunia beberapa jam setelah persalinan. Keterlambatan evakuasi ke fasilitas kesehatan akibat akses jalan yang buruk ditengarai menjadi penyebab utama nyawa sang bayi tidak tertolong.

Baca Juga :  Kabupaten Sukabumi Raih Juara 3 Smiling West Java Award 2024, Perkuat Pariwisata dan Budaya Lokal

“Waktu itu mau segera dibawa ke rumah sakit, tapi ambulans telat karena jalan yang sama. Akhirnya bayi tidak tertolong,” kata Galih.

Bagi warga Kampung Lamping, peristiwa ini adalah puncak dari kekecewaan yang telah lama terpendam. Jalan rusak bukan sekadar hambatan transportasi, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan nyawa dan kesejahteraan ekonomi.

Baca Juga :  Viral Ibu di Surade Sukabumi Dikurung Dalam Kamar Berjeruji Besi Karena Depresi

Kerusakan jalan ini juga mengakibatkan hasil pertanian sulit keluar dari kampung, ongkos angkut melonjak, dan aktivitas warga bergantung pada cuaca.

“Kami hanya ingin jalan yang layak. Bukan untuk mewah, tapi supaya kejadian seperti ini tidak terulang,” pungkas Galih.

Hingga berita ini ditayangkan, Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Camat Jampangtengah, dan Kepala Desa Tanjungsari belum memberikan tanggapan terkait kondisi jalan rusak di wilayah tersebut.

Tag:

Pos-pos Terbaru