JUBIRTVNEWS.COM – Wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dan sekitarnya diguncang gempabumi tektonik pada Sabtu malam (6/6/2026) pukul 19.57 WIB. Berdasarkan data pemutakhiran dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 3,5.
Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa episenter gempabumi terletak pada koordinat 6.92 LS dan 107.12 BT. Pusat gempa berada di darat pada jarak 11 kilometer arah Barat Daya Kabupaten Cianjur dengan kedalaman yang cukup dangkal, yakni 7 kilometer.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif wilayah setempat,” demikian keterangan tertulis resmi yang disampaikan Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, Sabtu (6/6/2026).
Daftar Wilayah yang Merasakan Guncangan
Berdasarkan laporan yang dihimpun dari masyarakat, getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur hingga Kota Sukabumi dengan skala intensitas yang bervariasi:
- Skala Intensitas II – III MMI: Dirasakan di Kecamatan Cianjur, Kecamatan Cibeber, Kecamatan Cilaku, Kecamatan Warungkondang, Kecamatan Cugenang, dan Kecamatan Campaka. Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seakan-akan ada truk yang sedang berlalu.
- Skala Intensitas II MMI: Dirasakan di wilayah Kota Sukabumi. Getaran dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Meskipun guncangan sempat membuat kaget warga, BMKG melaporkan bahwa hingga saat ini belum ada laporan masuk mengenai dampak kerusakan bangunan akibat insiden gempabumi tersebut.
Belum Ada Gempa Susulan
Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan oleh BMKG hingga pukul 20.30 WIB, belum menunjukkan adanya tanda-tanda aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Guna mengantisipasi informasi hoaks, warga diminta memastikan bahwa seluruh informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi, seperti media sosial @infoBMKG, website resmi, maupun aplikasi mobile InfoBMKG.







