JUBIRTVNEWS.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) dan menguji sejumlah sampel terkait dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren Baiti Jannati. Peristiwa tersebut terjadi usai para santri menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami dari dinas kesehatan melakukan PE ya, penyelidikan epidemiologi, termasuk mengambil sampel-sampel untuk pemeriksaan laboratorium lebih lanjut. Intinya seperti itu, untuk memastikan sebenarnya, apakah bakteri apakah yang menjadi penyebab,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Ida Halimah, Minggu (16/8/2026).
Sampel yang diambil meliputi sampel muntahan santri, sisa menu MBG berupa sayuran, telur, dan tempe, serta sisa makanan dari dapur pondok pesantren.
Pengujian sampel dilakukan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Sukabumi dan laboratorium tingkat Provinsi Jawa Barat. Hasil pengujian diperkirakan keluar dalam waktu satu minggu.
Ida menegaskan, pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab pasti keracunan sebelum hasil laboratorium keluar.
“Kita harus dipastikan dengan data penunjang laboratorium yang kuat untuk memastikan penyebabnya oleh jenis kalau bakteri, bakteri apa, seperti itu,” jelasnya.
Sebelumnya, ratusan santri Pondok Pesantren Baiti Jannati, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, diduga mengalami keracunan makanan. Para santri mengalami sejumlah keluhan, seperti pusing, mual, muntah, dan sakit perut.
Jumlah santri yang mengalami dugaan keracunan mencapai 134 orang. Mereka terdiri dari santri SMP, SMA serta seorang asatidz atau dewan ustadz.
Kejadian tersebut bermula pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, sejumlah santri mulai mengeluhkan pusing. Selanjutnya pada Jumat malam, banyak santri yang muntah serta merasakan mules.
Pada Sabtu (15/8/2026) subuh, semakin banyak santri yang muntah-muntah. Pihak pondok pesantren kemudian membawa para santri ke Puskesmas Cikundul untuk mendapatkan penanganan medis.
Karena jumlah santri yang sakit terus bertambah, mereka kemudian dirujuk ke RSUD Al-Mulk dan sebagian lainnya ke RSUD R Syamsudin SH atau RS Bunut.
Sebelum mengalami gejala tersebut, para santri sempat menyantap makanan dari program MBG. Makanan tersebut disantap para santri setelah melaksanakan salat Jumat, sekitar pukul 12.30 WIB. Namun, pihak pondok pesantren belum dapat memastikan apakah makanan tersebut menjadi penyebab para santri mengalami sakit.





