JUBIRTVNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menekankan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor serta akurasi data dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di daerah.
Penegasan tersebut disampaikan Wakil Bupati Sukabumi Andreas saat membuka Bimbingan Teknis Laporan Konvergensi Stunting Desa berbasis eHDW (electronic Human Development Worker) bagi Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan admin desa di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Selasa (23/6/2026).
Dalam arahannya, Wabup meminta seluruh pemangku kepentingan mulai dari perangkat daerah, kecamatan, hingga pemerintah desa untuk memperkuat kerja sama serta memastikan data yang dihimpun benar-benar akurat.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan penurunan prevalensi stunting hingga 5 persen, sehingga diperlukan pendataan yang presisi melalui pendekatan by name by address agar intervensi dapat dilakukan secara tepat sasaran.
“Saya berharap seluruh jajaran, mulai dari dinas, kecamatan sampai desa, memberikan perhatian serius terhadap upaya penurunan stunting. Target yang besar ini harus dicapai dengan kerja sama dan gotong royong semua pihak,” ujar Wabup.
Kader Jadi Ujung Tombak Data Desa
Andreas menilai peran Kader Pembangunan Manusia dan kader Posyandu sangat strategis dalam menentukan kualitas data di tingkat desa.
Menurutnya, akurasi data akan berdampak langsung pada efektivitas program pemerintah, termasuk dalam menentukan kebijakan dan bentuk intervensi yang diperlukan di lapangan.
“Kader Posyandu bekerja dengan penuh keikhlasan. Ketika data yang masuk baik dan akurat, maka proses tindak lanjut di perangkat daerah juga akan berjalan maksimal,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mencontoh praktik baik dari sejumlah desa yang telah berhasil menurunkan angka stunting agar dapat direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Sukabumi.
170 Peserta Ikuti Bimtek
Sementara itu, Ketua Forum KPM Kabupaten Sukabumi, Timan Sutiman, mengatakan kegiatan Bimtek diikuti 170 peserta yang dibagi dalam dua gelombang.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader dalam penyusunan laporan konvergensi stunting berbasis eHDW guna mendukung pencapaian target kinerja tahun 2026.
Bimtek tersebut juga menghadirkan narasumber dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI secara daring.





