Beranda / Daerah / Pabrik Garam Milik WNA Korea di Sukabumi Disetop, Satpol PP Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Usaha Tanpa Izin

Pabrik Garam Milik WNA Korea di Sukabumi Disetop, Satpol PP Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Usaha Tanpa Izin

JUBIRTVNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menghentikan sementara aktivitas pembangunan pabrik pengolahan garam milik warga negara asing (WNA) asal Korea Selatan di Desa Cisolok, Kecamatan Cisolok. Penghentian dilakukan karena pabrik tersebut belum mengantongi izin usaha resmi.

Pabrik garam yang dibangun oleh Mr. Kim, WNA asal Korea Selatan, berlokasi di Kampung Gunung Geulis dan diketahui masih dalam tahap konstruksi. Meski belum beroperasi, kegiatan dihentikan karena belum ada kejelasan perizinan, termasuk kepemilikan lahan yang ternyata milik warga lokal bernama Teteng.

Baca Juga :  Momentum HJKS ke-155, Bupati Lantik 48 PNS dan Serahkan Satyalancana Karya Satya Kepada 100 ASN

“Kami minta semua kegiatan dihentikan dulu sampai izin resmi keluar. Lahan itu pun bukan milik Mr. Kim, melainkan milik warga lokal bernama Pepeng, dan status perizinan masih belum jelas,” tegas Cecep Supriadi, Kepala Seksi Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Sukabumi, Selasa (8/7/2025).

Baca Juga :  Gebyar Muharram di Bojongsari Sukabumi, Kolaborasi Warga dan Pemerintah Hadirkan Kegiatan Bermakna

Cecep menekankan bahwa penghentian ini bukan untuk menghalangi investasi asing, tetapi untuk menegakkan aturan dan menjaga ketertiban wilayah.

“Kami tetap mendukung investasi, termasuk dari asing, asalkan semua regulasi ditaati. Ketertiban wilayah adalah prioritas,” tambahnya.

Baca Juga :  DPMD Dorong Desa Segera Ajukan Pencairan Dana Desa Tahap Pertama Sebelum Libur Idulfitri 1446H

Selain perizinan, keberadaan Mr. Kim juga menjadi perhatian pihak imigrasi. Ia dijadwalkan untuk kembali ke Korea Selatan pada 15 Juli 2025 guna menyelesaikan administrasi kewarganegaraan.

“Sesuai aturan keimigrasian, dia harus keluar dari Indonesia paling lambat 16 Juli. Jadi, sambil menunggu kejelasan statusnya, proses perizinan kami tunda dulu,” ujar Cecep.

Tag:

Pos-pos Terbaru