JUBIRTVNEWS.COM – Penguatan peran keluarga menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bersama mitra kerja yang digelar di Kota Sukabumi, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pembangunan keluarga, pengendalian penduduk, keluarga berencana (KB), serta kesehatan reproduksi sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga yang sehat, berkualitas, dan sejahtera.
Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, dalam sambutannya menegaskan bahwa Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) merupakan mitra strategis DPR RI dalam mendorong pembangunan keluarga di Indonesia.
Menurutnya, keluarga memiliki peran mendasar dalam membentuk karakter dan menentukan kualitas generasi penerus bangsa. Karena itu, keterlibatan orang tua, khususnya dalam memberikan pendidikan, kasih sayang, dan pembinaan karakter sejak dini, menjadi faktor penting dalam membangun generasi yang berkualitas.
Ia mengajak masyarakat mengikuti sosialisasi tersebut dengan sungguh-sungguh agar berbagai informasi yang disampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuh Prioritas Program KB dan Kesehatan Reproduksi
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Sukabumi, Yadi Mulyadi, S.STP., M.Si., memaparkan tujuh kegiatan prioritas Program Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi (Kespro).
Program tersebut diarahkan untuk mendukung visi Kota Sukabumi tahun 2025–2030, yakni mewujudkan masyarakat yang Inovatif, Mandiri, Agamis, dan Nasionalis (IMAN).
Adapun tujuh kegiatan prioritas tersebut meliputi pemenuhan alat dan obat kontrasepsi (alokon) serta fasilitas pelayanan kesehatan; intensifikasi pelayanan KB, terutama Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP); penguatan koordinasi dan pembinaan fasilitas pelayanan kesehatan; penguatan Institusi Masyarakat Perkotaan (IMP); optimalisasi Kampung Keluarga Berkualitas atau Kampung KB; promosi komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) melalui media elektronik; serta peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dalam pelayanan kontrasepsi.
Yadi berharap pelaksanaan berbagai program tersebut dapat berjalan optimal melalui sinergi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat.
Ia juga berharap rencana pengembangan koperasi dapat diselaraskan dengan program kerja Pemerintah Kota Sukabumi sehingga memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pelayanan KB dan kesehatan reproduksi.
Perencanaan Keluarga dan Pencegahan Stunting
Materi mengenai konsep dasar pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana turut disampaikan Irfan Haniful Qayyim, S.Sos., Penata KKB Ahli Muda dari Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat.
Irfan menjelaskan bahwa Program Bangga Kencana merupakan upaya terencana untuk mewujudkan keluarga berkualitas, memiliki ketahanan, serta mampu mencapai kesejahteraan spiritual dan material.
Ia menerangkan bahwa keluarga memiliki beragam bentuk hubungan, mulai dari suami dan istri, pasangan suami istri beserta anak, ayah dan anak, hingga ibu dan anak. Oleh karena itu, pembangunan keluarga perlu memperhatikan kondisi serta kebutuhan setiap anggota keluarga.
Dalam pemaparannya, Irfan juga menekankan pentingnya perencanaan keluarga, termasuk pengaturan jumlah anak, jarak kelahiran, usia ideal untuk melahirkan, serta perencanaan kehamilan melalui penggunaan alat dan obat kontrasepsi yang sesuai.
Masyarakat yang membutuhkan informasi maupun konsultasi mengenai keluarga berencana dapat menghubungi Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB) atau tenaga kesehatan di wilayah masing-masing.
Selain perencanaan keluarga, pencegahan stunting menjadi salah satu perhatian penting dalam pembangunan keluarga. Menurutnya, upaya mencegah stunting tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga harus didukung lingkungan yang sehat dan sanitasi yang layak.
Akses terhadap air bersih, kebiasaan mencuci tangan, serta penggunaan jamban sehat menjadi faktor penting untuk mencegah penyakit yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak.
Peran Tim Pendamping Keluarga
Irfan turut mendorong masyarakat memanfaatkan keberadaan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri atas unsur tenaga kesehatan, kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta tenaga atau kader yang berkaitan dengan program KB.
Tim tersebut dapat menjadi mitra masyarakat dalam memperoleh pendampingan terkait pemenuhan gizi anak, persiapan kehidupan berkeluarga, pencegahan stunting, dan kesehatan keluarga.
Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi, serta penerapan pola hidup sehat dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan Program Bangga Kencana sekaligus mendorong terwujudnya keluarga yang berkualitas, sehat, dan sejahtera di Kota Sukabumi.













