Beranda / Opini / Menulislah, Maka Anda Akan Sehat

Menulislah, Maka Anda Akan Sehat

Traktir Kopi

Oleh: Aat Suwanto, Pemerhati Sosio-Humaniora

 

 

Sehat batin terutama. Karena tulisan yang anda susun akan menjadi sebuah terapi emosi dan pikiran anda sehingga, ibarat air, yang tadinya termampatkan, akan mengalir secara normal. Seperti yang dilakukan teman saya, jika saya boleh menjadi contoh.

Konon sejak 2010 dia mencoba menuangkan segala kegelisahan hidup yang mengganggunya dalam rupa tulisan. Mulanya tulisan itu berupa coretan tak berpangkal tak berujung. Terpenting dia bisa mencurahkan apa yang jadi isi hati dan kepalanya.

Kasarnya, si hati dan pikirannya terus diajak cape. Biar mereka berdua tidak terus keluyuran ke sana kemari. Biar diam. Biar dirinya bisa menjalani hidup dengan benar-benar tenang.

Baca Juga :  Anak Butuh Perlindungan Nyata Bukan Seremoni, POPDIKSI Pertanyakan Kinerjan BSAN Sukabumi

Entah bagaimana prosesnya, namun sepertinya kemudian isi tulisannya itu mulai mewujud sebuah cerita. Dari sana kemdian dirinya menemukan bentuk, seperti apa isi tulisan itu.

Dia pun terus menulis, hingga kini katanya sudah ada 3 novel yang siap rilis.

Sungguh capaian yang luar biasa saya kira. Saya saja yang sudah sekian lama bergelut dengan kegiatan tulis menulis, sejak SD bahkan, novel yang berhasil saya bikin baru dua. Itu pun sebetulnya yang satunya lebih cocok disebut kumpulan cerita meski tema dan latar pokoknya semuanya sama.

Baca Juga :  Mulailah dari yang di Hadapan Kita

Seperti saya, dia pun sama sekali tidak ada latar belakang pendidikan yang menjurus ke sana. Makanya, kami bersepakat, untuk soal menulis yang penting kita bisa menulis dan selesai. Soal bagus dan tidaknya tulisan, biarlah si pembaca saja yang menilainya.

Lebih penting lagi, bahkan yang utama, hati dan pikiran bisa menjadi tentram karena tidak lagi ada kegelisahan terpendam di sana. Meski kemudian, ketika sudah masuk ke ruang ini ada resiko yang harus di ambil: kami menjadi seperti seorang intropert, egois, atau apalah namanya, karena jadi lebih senang menyendiri dan sulit untuk di ganggu ketika ide-ide sudah mendatangi alam pikiran dan hati kami.

Baca Juga :  Melihat Para Pemain Tua di Piala Dunia 2026

Tapi… Bagaimana pun di dunia yang di cipta Tuhan dengan tidak sempurna ini, segala sesuatu yang kita lakukan pastinya akan selalu berhadapan dengan hal itu.

Mungkin pendapat saya ini subjektif, kalaupun sebenarnya ada banyak pakar Kesehatan, terutama kesehatan jiwa, menyarankan menulis sebagai alat terapi diri untuk mengatasi masalah seperti teman saya tadi.

Tentunya bukan sekedar tulisan yang isinya tidak sekedar curhatan-curhatan yang lebay atau sumpah serapah tak karu-karuan. Karena hal itu justru akan memicu masalah. Apalagi ketika curhatan itu kemudian di muat di media sosial.

Traktir Kopi
Tag:

Pos-pos Terbaru