JUBIRTVNEWS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, salah satunya dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan ke area semak belukar. Meski Kota Sukabumi tidak memiliki kawasan hutan, potensi kebakaran lahan tetap ada dan pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
“Dampak kekeringan juga tidak hanya krisis air, tetapi juga ada karhutla, kebakaran lahan dan hutan. jadi masyarakat dihimbau agar pada waktu musim kering itu, tidak membuang puntung sembarangan ke semak belukar,” ujar Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Sukabumi, Suhendar.
“Kalau di kita tidak ada hutan ya, tetapi kalau semak belukar ada. Dan kejadian-kejadian tahun yang lalu juga, pernah mengalami seperti ada semak-semak yang terbakar. Tapi alhamdulillah dapat kami tanggulangi.,” kata dia.
Lebih lanjut, Suhendar mengatakan hingga awal Juli 2026 BPBD Kota Sukabumi belum menerima laporan maupun pengaduan masyarakat terkait bencana kekeringan. Meski demikian, pihaknya tetap meningkatkan kesiapsiagaan dengan menetapkan status Siaga Bencana Kekeringan sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau.
“Sampai sekarang Alhamdulillah di Kota Sukabumi belum ada pengaduan masyarakat terkait bencana kekeringan. Tetapi untuk ke depannya, berhubung pada saat ini dampak kekeringan sudah mulai ada tanda-tanda, dan kami juga nanti akan menerbitkan surat kesiapsiagaan bencana kekeringan,” imbuhnya.
Dalam hal ini, status siaga bencana kekeringan telah diberlakukan sejak 1 Juli 2026 dan direncanakan berlangsung hingga 30 September 2026. Apabila kondisi musim kemarau masih berlanjut, masa siaga akan diperpanjang sesuai perkembangan situasi.
“Untuk siaga kekeringan kami berlakukan mulai 1 Juli sampai 30 September, kalaupun nanti masih berlanjut, akan kami perpanjang,” tuturnya.






