JUBIRTVNEWS.COM – Ratusan Ketua RT dan RW di Kota Sukabumi yang tergabung dalam Forum RT RW mendatangi gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menagih janji Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, Rabu (20/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, mereka meminta DPRD Kota Sukabumi ikut mendesak wali kota agar memenuhi berbagai janji yang telah disampaikan kepada masyarakat, diantaranya soal dana abadi Rp 10 juta per tahun.
Koordinator aksi, Mauly Fahlevi Prawira menegaskan, kedatangan mereka bukan untuk meminta-minta, melainkan memperjuangkan hak masyarakat serta memastikan janji politik dapat direalisasikan.
“Jadi kami meminta DPRD untuk pasang badan, menjadi garda terdepan selaku perwakilan-perwakilan rakyat untuk mendesak Wali Kota memenuhi apa yang telah dijanjikan kepada masyarakat” ujar Mauly kepada awak media di lokasi.
Dalam kesempatan itu, Forum RT RW menyampaikan empat tuntutan utama. Pertama, mereka meminta program Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW) tetap dipertahankan karena dinilai menjadi program yang langsung menyentuh pembangunan infrastruktur di lingkungan masyarakat melalui hasil rembug warga.
“Jadi jangan sampai program yang berdasarkan hasil rembug warga dari tingkatan elemen masyarakat, itu dihilangkan,” katanya.
Dia menjelaskan nilai anggaran P2RW itu Rp 25 juta pertahun. “Kalau P2RW itu stimulan didapat diangka Rp 25 juta per RW,” imbuhnya.
Kedua, mereka menyoroti keterlambatan pencairan insentif bagi RT, RW, Linmas, marbot, hingga kader Posyandu. Menurut mereka, keterlambatan tersebut kerap terjadi hingga lebih dari satu bulan.
Tuntutan ketiga berkaitan dengan dana kelurahan. Forum RT RW menilai program dana kelurahan yang menyentuh infrastrktur, saat ini tidak melibatkan RT, RW, maupun Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK).
Sementara tuntutan keempat yakni meminta Wali Kota Sukabumi menepati janji terkait program dana abadi yang sebelumnya menjadi salah satu program unggulan. Dana abadi yang dijanjikan yaitu Rp 10 juta per tahun setiap RT.
“Kami mewakili para RT se-Kota Sukabumi menuntut Pak Wali Kota untuk menepati janjinya. Jangan sampai janji-janji politik ini mencederai konstitusi-konstitusi demokrasi ke depan. Semua calon dengan seenaknya berbohong atas janji-janjinya. Jangan sampai ini mencederai demokrasi kita,” ucap Mauli.






