JUBIRTVNEWS.COM – Warga Kampung Panyaguan, Desa Kalibunder, Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki yang tergantung di dalam area minimarket pada Jumat (8/5/2026) pagi.
Korban diketahui berinisial A (25), seorang karyawan toko retail tersebut yang tercatat sebagai warga Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon. Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya sekitar pukul 05.30 WIB.
Kronologi Penemuan Jenazah
Kapolres Sukabumi AKBP Samian melalui Kapolsek Kalibunder, AKP Dodi Irawan, menjelaskan bahwa kejadian ini pertama kali diketahui oleh saksi berinisial IM, yang juga merupakan rekan kerja korban.
“Korban dan saksi diketahui masuk kerja sejak Kamis (7/5) siang. Keduanya memang menginap atau tidur di dalam toko tersebut. Saksi mengaku terakhir berkomunikasi dengan korban pada malam hari sekitar pukul 22.30 WIB,” ujar AKP Dodi Irawan dalam keterangannya.
Namun, saat saksi terbangun pada Jumat pagi, ia mendapati korban sudah dalam keadaan tergantung pada teralis rolling door di dalam toko dengan leher terjerat tali rafia plastik berwarna cokelat. Saksi yang terkejut langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kalibunder.
Diduga Tertekan Masalah Biaya Pernikahan
Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan saksi-saksi, lanjut AKP Dodi, motif di balik aksi nekat korban mengakhiri hidup diduga berkaitan dengan masalah ekonomi. Korban dikabarkan tengah merencanakan pernikahan, namun merasa terbebani dengan biaya perkawinan yang melampaui kemampuannya.
“Dugaan sementara karena faktor ekonomi. Korban merasa tidak kuat dengan beban hidup, di mana yang bersangkutan akan melaksanakan pernikahan dan dibebani biaya yang cukup besar,” ungkap Kapolsek.

Hasil Pemeriksaan Medis dan Evakuasi
Tim medis dari Puskesmas Kalibunder bersama pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan luka lecet di bagian leher akibat jeratan tali, serta terdapat lebam mayat di bagian kepala, wajah, dan punggung.
“Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau luka akibat benda tajam atau tumpul lainnya. Penyebab kematian diduga akibat kekurangan oksigen (asfiksia),” kata AKP Dodi.
Keluarga Tolak Autopsi
Pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian (TKP), di antaranya satu rol tali rafia hitam, satu unit ponsel, jaket hitam, dan celana jeans milik korban.
“Pihak keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah dan secara resmi menolak untuk dilakukan tindakan autopsi. Jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Jampangkulon untuk segera dimakamkan,” pungkas Kapolsek.
Catatan Redaksi:
Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki pemikiran serupa, segera hubungi layanan kesehatan jiwa atau pusat panggilan darurat terdekat.






