Beranda / Daerah / Waspada Penipuan! Calon Jemaah Haji Sukabumi Diminta Tak Berikan KTP hingga PIN ke Penelepon Asing

Waspada Penipuan! Calon Jemaah Haji Sukabumi Diminta Tak Berikan KTP hingga PIN ke Penelepon Asing

JUBIRTVNEWS.COM – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Sukabumi mengingatkan jamaah haji agar lebih waspada terhadap modus penipuan yang berkedok pembaruan data, yang bertujuan menguras dana di rekening jemaah.

Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Sukabumi, Abdul Manan, mengungkapkan penipuan ini dilakukan dengan cara menghubungi jamaah melalui telepon. Kepada calon jemaah, penelepon mengaku dari kantor Kementerian Agama (Kemenag) atau Kemenhaj.

“Penelepon itu menghubungi jemaah untuk melakukan update data, modusnya seperti itu. Ketika ditelepon, jemaah disuruh datang ke kantor Kementerian Agama atau Kementerian Haji dengan membawa dokumen-dokumen seperti KTP, KK dan lainnya, dengan alasan ada perubahan data,” ujar Manan.

Manan melanjutkan, ketika jemaah itu tidak bisa datang ke kantor karena faktor jarak dan lainnya, maka si penelpon melakukan modus lanjutan yakni menawarkan bantuan untuk perubahan data tersebut, cara menghubungi via video call, lalu kepada jemaah diminta menunjukkan KTP elektronik serta dokumen-dokumen lainnya termasuk PIN serta OTP.

Baca Juga :  250 Desa Dilaporkan Terkait Pajak Rakyat, Kejari Sukabumi Duga ada Penyelewengan

Lebih lanjut, Manan menyatakan sudah banyak calon jemaah haji Kabupaten Sukabumi yang menerima telepon seperti itu. Karena merasa curiga, para jemaah ini kemudian datang langsung ke kantor Kemenhaj untuk mengkonfirmasi.

“Di Sukabumi sendiri sudah ada sekitar 10 hingga 20 jamaah yang datang ke kantor untuk mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut,” imbuhnya.

Menurut dia, para Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah juga menerima laporan dari para jemaah terkait modus penipuan tersebut.

Baca Juga :  Putus Diterjang Banjir, Warga Gotong Royong Perbaiki Jembatan Gantung Jampangkulon-Waluran Sukabumi

Oleh karena itu, Manan menegaskan, jika menerima telepon yang mencurigakan dengan dalih dari Kantor Kemenag atau Kantor Kemenhaj, jamaah diminta untuk tidak melayani serta jangan pernah memberikan data pribadi, seperti foto KTP, PIN, maupun kode OTP.

“Jemaah tidak melayani telepon tersebut dan segera datang ke Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Sukabumi dan jangan pernah sekali-kali mengirimkan data pribadi baik foto KTP, atau bahkan nomor PIN atau OTP kepada si penelepon atau kepada siapa pun,” ujarnya.

Selain itu, jamaah diminta untuk tidak mengklik aplikasi atau tautan yang dikirim oleh pihak tidak dikenal. Semua yang diperintah oleh penelepon merupakan upaya untuk menguras dana dalam rekening korban.

Baca Juga :  Hari Nelayan Minajaya Surade Ke-12, Santuni Ratusan Yatim Piatu dan Jompo

Manan mengungkapkan, kasus serupa telah menimbulkan korban di daerah lain. Di Bekasi, seorang jamaah dilaporkan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah, sementara di Cianjur terdapat korban dengan kerugian puluhan juta rupiah akibat modus yang sama.

“Kalau yang kami perhatikan dari beberapa daerah, intinya mereka ingin menguras data, terutama data rekening dana yang ada di masing-masing jemaah,” ujarnya.

Manan menegaskan, segala informasi terkait jamaah serta pelaksanaan haji disampaikan secara resmi melalui berbagai saluran resmi termasuk dari media sosial Kemenhaj.

Tag:

Pos-pos Terbaru