JUBIRTVNEWS.COM – Kemarau menyebabkan 218 Kepala Keluarga di Kampung Babakansari RW 17, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, kesulitan mendapatkan air bersih.
Hal itu diungkapkan ketua RW 17 Edi Supredi. Dia menuturkan kemarau menyebabkan sumur yang memiliki kedalaman sekitar 6 hingga 10 meter mengering ketika musim kemarau melanda. Keadaan ini, kata Edi, mulai terjadi, ketika dua minggu kemarau berlangsung.
“Kalau sumur gali, satu minggu dilanda kemarau sudah kering. Sumur disini, kalau hujan airnya bagus,” jelasnya, Rabu (22/7/2026).
Sehingga warga harus mencari air ke sungai yang berjarak sekitar 500 meter dari permukiman.
Namun, air sungai tersebut tidak layak untuk diminum dan hanya dimanfaatkan untuk mencuci serta kebutuhan rumah tangga lainnya. Sementara untuk kebutuhan air minum, warga harus membeli air isi ulang.
Karena itu, warga mengajukan bantuan distribusi air kepada Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBD) Kabupaten Sukabumi. Penyaluran air dilakukan mobil tangki di titik yang telah ditentukan, kemudian warga datang membawa berbagai wadah seperti ember, jeriken, dan galon bekas untuk diisi air bersih.
“Untuk hari bantuan air cukup. Mungkin besok lusa masih butuh juga. Air ini untuk memasak. Disini susah air, mandi pun susah,” ujarnya.
Edi menuturkan, selain membuat warga kesulitan memperoleh air bersih, musim kemarau juga menyebabkan lahan pertanian mengalami kekeringan. Menurutnya, lahan pertanian di Kampung Babakansari bergantung pada curah hujan.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyalurkan air bersih sebanyak 15 ribu liter untuk warga terdampak kekeringan di Kampung Babakansari. Penyaluran dilakukan bersama PMI Kabupaten Sukabumi.
Anggota Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, Imam Ihsani Kamal menuturkan pendistribusian dilakukan dengan melibatkan kepala dusun dan ketua RW agar warga terdampak kekeringan dapat menerima air secara merata.
BPBD melaksanakan pendistribusian air bersih secara bergiliran, karena tak sedikit wilayah-wilayah di Kabupaten Sukabumi mulai terdampak kekeringan.
“Laporan yang masuk ke BPBD dan PMI, sudah beberapa hari yang lalu dan Alhamdulillah bisa terlaksana. Karena memang banyak kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang terdampak, jadi pendistribusiannya bergiliran,” kata Imam.






