JUBIRTVNEWS.COM – Momen berbuka puasa memang selalu dinanti setelah seharian menahan lapar dan haus. Namun, kebiasaan makan berlebihan atau memilih menu yang kurang tepat saat berbuka dapat berdampak buruk bagi kesehatan, khususnya sistem pencernaan.
Perubahan pola makan selama Ramadan membuat tubuh perlu beradaptasi. Jika tidak diimbangi dengan pola konsumsi yang sehat, berbagai keluhan seperti perut kembung, nyeri ulu hati, mual, hingga diare bisa muncul.
Lambung Perlu Waktu Beradaptasi
Selama kurang lebih 12 jam tidak menerima asupan, lambung berada dalam kondisi kosong. Ketika berbuka langsung diisi makanan berat dalam jumlah banyak, organ pencernaan dipaksa bekerja lebih keras secara tiba-tiba.
Kondisi ini dapat meningkatkan produksi asam lambung dan memicu rasa perih atau begah. Terlebih jika makanan yang dikonsumsi tinggi lemak, pedas, atau terlalu asam. Kebiasaan makan terburu-buru juga membuat tubuh sulit mengenali rasa kenyang sehingga asupan menjadi berlebihan.
Waspadai Gorengan dan Minuman Manis
Gorengan dan minuman manis kerap menjadi pilihan utama saat berbuka. Meski menggugah selera, konsumsi berlebihan justru dapat memperlambat proses pencernaan.
Makanan berlemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, sementara gula sederhana dalam minuman manis bisa menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat. Setelah itu, tubuh cenderung merasa lemas dan mengantuk. Jika terjadi berulang, pola ini berisiko memicu gangguan metabolisme dan masalah lambung.
Berbuka Secara Bertahap Lebih Aman
Untuk menjaga kesehatan pencernaan, berbuka sebaiknya dilakukan secara bertahap. Mengawali dengan air putih dan makanan ringan seperti kurma dapat membantu tubuh beradaptasi secara perlahan.
Memberikan jeda sebelum menyantap makanan utama juga dianjurkan agar lambung tidak langsung menerima beban besar. Menu utama sebaiknya mengandung karbohidrat kompleks, protein, serta sayur dan buah sebagai sumber serat.
Selain itu, hindari langsung tidur setelah makan besar karena dapat meningkatkan risiko refluks asam lambung.
Sahur Tak Kalah Penting
Pola makan saat sahur juga berperan penting dalam menjaga kondisi pencernaan. Makanan tinggi serat dan protein membantu rasa kenyang bertahan lebih lama serta menjaga energi sepanjang hari.
Sebaliknya, melewatkan sahur atau terlalu sering mengonsumsi makanan instan dapat memperburuk kondisi lambung dan memicu gangguan pencernaan saat berpuasa.
Dengan pengaturan pola makan yang seimbang, ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih nyaman dan sehat. Berbuka bukan sekadar melepas lapar, tetapi juga kesempatan untuk menjaga tubuh tetap bugar hingga akhir Ramadan.
Sumber: Berbagai Sumber









