JUBIRTVNEWS.COM – Tumpukan sampah liar kembali memenuhi saluran irigasi di perbatasan Kecamatan Cidahu dan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Meski sudah beberapa kali dibersihkan, persoalan tersebut terus berulang dan kembali dikeluhkan warga melalui media sosial.
Camat Cidahu, Lenni Nurliah, mengakui persoalan sampah di kawasan tersebut belum tertangani secara tuntas. Padahal, pemerintah kecamatan sebelumnya telah melakukan pembersihan dengan melibatkan sejumlah unsur pemerintahan dan organisasi.
Pembersihan terakhir yang disebutkan Lenni berlangsung pada 28 Agustus 2026, melibatkan OPD, TNI, Polri, PGRI, Pramuka, relawan, P2BK, dan Tagana. Namun, setelah hujan turun beberapa waktu lalu, sampah kembali terlihat menumpuk di sekitar saluran air, terutama dekat kawasan pabrik garmen PT Sun Suka Abadi (SSA).
“Iya, beberapa bulan yang lalu waktu saya baru diangkat jadi Camat Cidahu itu sudah dibersihkan. Tapi pas hujan kemarin, hujan pertama, ada lagi. Kebawa hanyut lagi kayaknya ke sungai,” ujar Lenni, Sabtu (7/11/2026).
Menurutnya, pembersihan sebelumnya menyasar dua titik, yakni lahan milik Kepala Desa Pondokkaso Tonggoh dan kawasan pinggir pabrik PT SSA. Bahkan, lokasi yang kerap dijadikan tempat pembuangan sampah di lahan kepala desa telah ditutup.
Meski demikian, sampah kembali muncul. Lenni juga menyoroti minimnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembersihan sebelumnya.
“Kalau bulan kemarin pas bersih-bersih, saya mengajak OPD, Kapolsek dan Danramil, PGRI, Kwaran. Masyarakatnya tidak ada yang hadir,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kecamatan Cidahu menjadwalkan kerja bakti pada Minggu (8/11/2026). Warga dari kawasan Gang Paroha hingga Pondokkaso Tonggoh diajak ikut membersihkan saluran irigasi.
“Kebetulan memang hari Minggu besok kita punya jadwal mau ngajak masyarakat bebersih. Mudah-mudahan ada masyarakat yang hadir,” katanya.
Lenni berharap masyarakat turut menjaga kebersihan dan tidak menjadikan saluran irigasi sebagai tempat pembuangan sampah.
Berulangnya persoalan ini menunjukkan bahwa pembersihan saja belum cukup. Pengawasan terhadap pembuangan sampah liar dan pengelolaan sampah berkelanjutan diperlukan agar saluran irigasi Cidahu-Parungkuda tidak terus menjadi lokasi penumpukan sampah.












