JUBIRTVNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengungkapkan adanya hambatan dalam rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Sukabumi.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah kota belum memiliki lahan siap bangun dengan kondisi datar dan luas memadai, yakni sekitar 5 hingga 7 hektare.
“Kendalanya, kota tidak punya tanah, tanah yang flat yang luasnya paling tidak 5 sampai 7 hektar, kita enggak punya,” ujar Ayep, Rabu (1/4/2026).
Menurutnya, lahan yang dimiliki saat ini memiliki kontur miring sehingga memerlukan proses pengolahan terlebih dahulu. Sedangkan pekerjaan tersebut membutuhkan biaya yang cukup besar.
“Punya tanah kita agak miring sedikit sehingga perlu ada pengolahan tanah dulu, biaya pengolahannya sangat mahal,” tambahnya.
Ayep menambahkan, sebagian besar program dari pemerintah pusat telah berhasil direalisasikan oleh Pemkot Sukabumi. Namun, program Sekolah Rakyat menjadi satu-satunya yang belum terlaksana hingga saat ini.
Ia menyebutkan, belum terealisasinya program tersebut turut berdampak pada penilaian akuntabilitas kinerja instansi pemerintah daerah.
“Nilai akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, kita sekarang ini harus di atas 90. Ada program pemerintah pusat yang belum kita selesaikan, satu yaitu Sekolah Rakyat,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi itu membuat nilai penilaian menjadi kurang optimal meski program lainnya telah dijalankan.
“Sehingga penilaian kita agak kurang baik di situ karena belum kita kerjakan, tapi yang lain-lainnya sudah kita kerjakan semua,” lanjutnya.
Sebagai langkah awal, Pemkot Sukabumi berencana membangun sekolah perintis agar program Sekolah Rakyat tetap dapat berjalan.
“Sehingga kita usahakan akan membikin dulu sekolah perintis Sekolah Rakyat,” pungkasnya.








