Beranda / Daerah / Sentuh Sisi Kemanusiaan: 100 ODGJ di Palabuhanratu Sukabumi Khidmat Ikuti Upacara HUT ke-81 RI

Sentuh Sisi Kemanusiaan: 100 ODGJ di Palabuhanratu Sukabumi Khidmat Ikuti Upacara HUT ke-81 RI

Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Pemandangan tak biasa nan menyentuh hati mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Panti Sosial Aura Welas Asih, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Senin (17/8/2026).

Sekitar 100 Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang tengah menjalani perawatan di panti tersebut tampak berbaris rapi dan khidmat mengikuti prosesi upacara pengibaran bendera Merah Putih.

Dalam pelaksanaannya, barisan penghuni laki-laki dan perempuan dipisah secara tertib. Mereka menyimak dan mengikuti seluruh rangkaian prosesi sesuai arahan pendamping.

Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Panti Aura Welas Asih, Leni Nurmayunita, menjelaskan bahwa agenda upacara bendera ini diintegrasikan langsung sebagai bagian dari metode terapi rehabilitasi sosial dan pemulihan mental.

Baca Juga :  Lolos ke Babak 32 Besar, Persikabumi Tergabung di Grup X Liga 4 Nasional 2024/2025

“Kegiatan ini merupakan bagian dari terapi sosial dan rehabilitasi mental melalui baris-berbaris dan upacara bendera. Mereka dilatih untuk fokus, disiplin, berinteraksi secara komunal, serta merasakan kembali keteraturan sosial,” ujar Leni.

Ia mengatakan kemampuan para penghuni untuk mengikuti kegiatan secara tertib merupakan bagian dari proses pemulihan yang terus dilakukan pihak panti.

“Ketika mereka mampu berdiri tegak dan mengikuti instruksi dengan tertib, itu adalah langkah besar dalam proses pemulihan mereka,” katanya.

Tak hanya upacara, suasana peringatan kemerdekaan di panti juga diisi dengan berbagai perlombaan khas HUT RI. Sejumlah kegiatan telah dilaksanakan sejak 10 Agustus 2026, termasuk lomba makan kerupuk.

Baca Juga :  Menteri ATR Teken MoU dengan PUI di Sukabumi, Dorong Pemanfaatan Tanah Wakaf Secara Produktif

Setelah upacara selesai, suasana di lingkungan panti berubah menjadi lebih santai. Para petugas, pembina, dan relawan berkumpul bersama para penghuni panti untuk merayakan berakhirnya prosesi.

Bagi Leni, rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengajak masyarakat melihat para penghuni panti dari sisi kemanusiaan, bukan berdasarkan stigma yang selama ini melekat pada ODGJ.

Ia berharap masyarakat tidak menjadikan kondisi psikososial seseorang sebagai alasan untuk menjauhkan atau mengucilkannya dari lingkungan sosial.

Baca Juga :  Pemkab Sukabumi Jawab Pandangan Umum Fraksi DPRD Terkait Raperda LPJ APBD Tahun 2023 di Rapur ke XI

“Kemerdekaan sejati adalah ketika mereka tidak lagi dipandang sebelah mata atau dijauhi dengan stigma negatif,” tuturnya.

Leni menilai dukungan keluarga dan lingkungan menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Dengan pendampingan dan perawatan yang tepat, para penghuni panti tetap memiliki kesempatan untuk berkembang dan kembali menjalani kehidupan sosial secara lebih baik.

“Kami ingin mengetuk hati keluarga dan masyarakat luas bahwa dengan kasih sayang, kesabaran, dan perawatan yang tepat, mereka memiliki peluang besar untuk pulih dan kembali berdaya di tengah lingkungan sosial,” tandasnya.

Traktir Kopi
Tag: