JUBIRTVNEWS.COM – Satreskrim Polres Sukabumi berhasil menciduk tiga pelaku pembacokan terhadap dua pemuda usai konser musik peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapang Cigaru, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.
Salah satu pelaku bahkan sempat mengecat rambutnya dari pirang menjadi hitam untuk mengelabui polisi sebelum akhirnya ditangkap.
Kurang dari 24 jam setelah laporan diterima, tim Resmob Polres Sukabumi sukses meringkus tiga terduga pelaku pada Selasa (18/8/2026) sore.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, menyatakan bahwa ketiga pelaku yang diamankan merupakan pria dewasa berusia di atas 18 tahun.
Seluruhnya diciduk tanpa perlawanan di kediaman masing-masing di wilayah Kecamatan Simpenan.
“Usai menerima laporan resmi dari pihak korban pada Selasa pagi, kami menerjunkan tim Resmob Polres Sukabumi. Alhamdulillah, tiga terduga pelaku berhasil diamankan sore ini,” ujar Dudi kepada awak media.
Selain mencokok para pelaku, polisi menyita barang bukti utama berupa satu buah celurit yang digunakan untuk membacok korban serta satu unit sepeda motor yang dipakai para pelaku saat beraksi.
Dudi menjelaskan, insiden berdarah ini dipicu oleh perselisihan paham antara dua kelompok pemuda saat menyaksikan konser musik. Kedua pihak diketahui tidak saling mengenal sebelumnya.
Cekcok yang bermula di area konser berlanjut di perjalanan ketika kelompok pelaku mengejar dan menghentikan kendaraan korban.
“Pihak lain menyusul, kemudian di tengah jalan diberhentikan sehingga terjadi perselisihan di situ,” jelas Dudi.
Di tengah jalan, perselisihan makin memanas hingga salah satu pelaku menarik celurit yang sengaja dibawanya dari rumah, lalu membacok kedua korban hingga menderita luka-luka.
“Dan kemudian dari diduga pelaku ini ternyata membawa senjata tajam, salah seorang dari pelaku. Dan dari perselisihan tersebut salah satu pelaku langsung menggunakan senjata tersebut yang mengakibatkan dua korban mengalami luka bacok,” kata Dudi.
“Yang jelas itu sengaja (celurit) dibawa, sehingga pada saat kejadian otomatis sudah ada di dalam penguasaan si diduga pelaku,” tambahnya.
Menariknya, salah satu terduga pelaku sempat berupaya menghilangkan jejak ciri fisiknya usai melancarkan aksi pembacokan.
“Sementara keterangan awal seperti itu. Jadi tadi pagi pascakejadian, yang diduga berambut pirang itu sekarang sudah dicat kembali menjadi warna hitam,” ungkapnya.
Meski demikian, Dudi menegaskan bahwa penangkapan tidak hanya mengandalkan ciri fisik rambut, melainkan dari hasil penelusuran fakta lapangan, olah TKP, serta keterangan saksi-saksi kunci.
“Yang jelas kami memastikan identitas dari pihak-pihak terkait, sehingga kami mengamankan berdasarkan memang fakta-fakta, bukti-bukti yang kami kumpulkan dari hasil penelusuran lapangan dan saksi-saksi,” tandasnya.






