Beranda / Peristiwa / Satu Bulan Diresmikan, Jembatan Cinta di Cimanggu Kembali Putus

Satu Bulan Diresmikan, Jembatan Cinta di Cimanggu Kembali Putus

Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Baru satu bulan diresmikan, Jembatan Cinta yang berlokasi Kedusunan Cikadaka Desa Sukamaju, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi kini terputus kembali akibat derasnya air sungai pada beberapa hari lalu.

Jembatan yang dikerjakan dengan Swadaya Masyarakat ini hancur diterjang banjir bandang pada Kamis 6 Maret 2025 lalu, saat hujan deras mengguyur beberapa wilayah di Kabupaten Sukabumi khususnya di Kecamatan Cimanggu.

Jembatan tersebut merupakan akses utama Warga di Kedusunan Cikadaka, yang dihuni empat ke RT an dengan jumlah 189 Kepala keluarga untuk melintasi sungai Ciseureuh.

Baca Juga :  Beraksi di Belasan Lokasi, Pelaku Penipuan Sepeda Motor di Sukabumi Dibekuk Polisi

Putusnya jembatan ini tentunya menghapus harapan warga yang hendak beraktivitas bertani dan berladang, dan sekarang anak sekolahpun harus melintas jembatan seadanya menerjang derasnya arus sungai Ciseureuh.

“Warga sudah bekerja keras membangun jembatan ini dengan gotong royong setelah banjir Desember lalu. Tapi sekarang, kami harus mengulang semuanya lagi. Ini bukan sekadar jembatan, tapi juga akses utama bagi warga untuk beraktivitas,” ujar Dedih Sopandi Kepala Desa Sukamaju, Selasa (9/3/2025).

Baca Juga :  Video: Musrenbangdes Ciparay Sukabumi, Evaluasi Tahun Berjalan dan Susun Rencana Pembangunan 2026–2027
Warga Melintas Dengan Jembatan Sementara yang Terbuat Dari Pohon Kelapa | Foto: Yandi Candra

Tak ingin terisolasi, warga Kedusunan Cikadaka kini berinisiatif membangun jembatan darurat dari bambu. Namun, Dedih menekankan bahwa solusi ini hanya bersifat sementara dan jauh dari aman, terutama bagi anak-anak sekolah dan petani yang harus melewati sungai setiap hari.

Baca Juga :  Pembangunan Hunian Tetap Bagi Korban Bencana di Kabupaten Sukabumi, Tunggu Data dari Pemda

“Kami berharap ada perhatian lebih dari pemerintah daerah atau pihak terkait untuk membangun jembatan yang lebih kokoh. Jangan sampai warga, terutama anak-anak, harus bertaruh nyawa untuk menyeberangi sungai,” imbuhnya.

Saat ini, BPBD dan relawan terus berupaya menyalurkan bantuan darurat bagi warga terdampak. Namun, dengan luasnya wilayah terdampak bencana, dibutuhkan dukungan lebih banyak dari berbagai pihak untuk pemulihan yang lebih cepat.

Traktir Kopi
Tag: