Beranda / Daerah / Kebakaran Sanggar Seni di Ciracap Sukabumi Sisakan Duka, Semangat Melestarikan Budaya Tak Padam

Kebakaran Sanggar Seni di Ciracap Sukabumi Sisakan Duka, Semangat Melestarikan Budaya Tak Padam

JUBIRTVNEWS.COM – Asap hitam yang membubung dari Sanggar Seni Cepet Laras Sekar di Kampung Cigelang, Desa Gunungbatu, Kecamatan Ciracap, pada Jumat (12/6/2026) dini hari, bukan hanya menandai musibah kebakaran. Peristiwa itu juga meninggalkan duka mendalam bagi para pelaku seni dan masyarakat yang selama ini menjadikan sanggar tersebut sebagai ruang belajar, berkarya, dan melestarikan budaya lokal.

Dalam hitungan menit, api melalap bangunan sanggar beserta berbagai perlengkapan kesenian yang tersimpan di dalamnya. Seperangkat gamelan, topeng cepet, kostum pertunjukan, alat latihan, hingga perlengkapan pendukung lainnya tak sempat diselamatkan.

Bagi para pegiat budaya di Ciracap, kehilangan tersebut jauh lebih besar daripada sekadar kerugian materi. Sanggar Seni Cepet Laras Sekar selama ini menjadi wadah pembinaan generasi muda sekaligus benteng pelestarian seni tradisional di wilayah pesisir selatan Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga :  Kesaksian Warga saat Temukan Mayat Tanpa Kepala di Sungai Ciracap Sukabumi, Dikira Bangkai Ternak

Perhatian terhadap musibah tersebut datang dari Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi. Kepala Disbudpora Kabupaten Sukabumi, Yudi Mulyadi, mengaku prihatin atas kebakaran yang menimpa salah satu sanggar seni yang aktif menjaga dan mengembangkan budaya daerah.

“Kami sangat prihatin. Ini bukan hanya kehilangan bangunan, tetapi juga kehilangan salah satu wadah pelestarian budaya yang selama ini aktif membina masyarakat dan generasi muda,” ujar Yudi, Minggu (14/6/2026).

Menurutnya, keberadaan sanggar seni memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan kesenian tradisional di tengah derasnya arus modernisasi. Karena itu, pemerintah daerah memberikan perhatian khusus terhadap musibah yang dialami Sanggar Cepet Laras Sekar.

Yudi mengatakan pihaknya telah menerima laporan kejadian tersebut dan langsung menugaskan jajaran bidang kebudayaan untuk melakukan peninjauan ke lokasi.

Baca Juga :  Era Baru IPSI Sukabumi: Budi akan Benahi Organisasi, Letkol Mustafa Beri Pesan Tegas!

“Kami sudah menindaklanjuti laporan yang masuk. Mudah-mudahan ada solusi dan dukungan sehingga sanggar ini dapat kembali bangkit dan melanjutkan aktivitasnya,” katanya.

Sementara itu, Pembina Sanggar Seni Cepet Laras Sekar, Ridholosa, mengaku masih sulit melupakan peristiwa yang terjadi. Pasalnya, pada malam sebelum kebakaran, sanggar masih digunakan untuk kegiatan pengajian rutin seperti biasa.

“Setelah pengajian selesai, aktivitas berjalan normal. Kami tidak menyangka beberapa jam kemudian mendapat kabar bahwa sanggar sudah terbakar,” tuturnya.

Diduga akibat korsleting listrik, api dengan cepat menghanguskan seluruh bangunan dan isi sanggar. Bertahun-tahun perjuangan mengumpulkan perlengkapan kesenian lenyap dalam satu malam.

Meski demikian, Ridholosa memastikan semangat para pelaku seni tidak ikut terbakar bersama bangunan sanggar.

Baca Juga :  Tarkam 2024: Disbudpora Libatkan 33 Kecamatan dan 43 Puskesmas di Kabupaten Sukabumi

Baginya, budaya tidak hanya hidup dalam bentuk alat musik, kostum, atau bangunan fisik, tetapi juga dalam semangat orang-orang yang terus menjaganya.

“Kami kehilangan banyak hal, tetapi tidak kehilangan semangat. Sanggar ini mungkin terbakar, namun kecintaan terhadap budaya tetap ada. Kami akan berusaha bangkit kembali,” tegasnya.

eruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kini, dukungan mulai mengalir dari masyarakat, pegiat seni, hingga berbagai pihak yang peduli terhadap keberlangsungan budaya lokal di Kabupaten Sukabumi.

Di tengah puing-puing bangunan yang tersisa, para pelaku seni tetap menyimpan keyakinan bahwa warisan budaya tidak akan hilang begitu saja. Sebab kebudayaan sejatinya hidup dalam ingatan, semangat, dan tekad generasi yang terus berupaya melestarikannya.

Tag: