Selain pembangunan fisik dan ekonomi, berbagai aspirasi di bidang sosial juga menjadi perhatian masyarakat.
Beberapa di antaranya berkaitan dengan penanganan rumah tidak layak huni (RTLH), ketepatan penyaluran bantuan sosial, perhatian terhadap penyandang disabilitas dan lanjut usia, pengelolaan kebersihan lingkungan, hingga percepatan penanganan warga terdampak bencana alam.
Fraksi Gabungan Golkar dan PAN menegaskan seluruh aspirasi tersebut akan diteruskan kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi beserta perangkat daerah terkait agar menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan sesuai skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah.
Dalam bagian kesimpulan laporan, Fraksi Gabungan Golkar dan PAN menyampaikan tiga poin penting.
Pertama, aspirasi masyarakat yang paling dominan berkaitan dengan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian, perikanan, dan UMKM.
Kedua, seluruh aspirasi hasil reses diharapkan dapat ditindaklanjuti dan dijadikan salah satu dasar dalam penyusunan kebijakan daerah maupun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Sukabumi tahun anggaran berikutnya.
Ketiga, diperlukan koordinasi yang semakin erat antara DPRD, Pemerintah Daerah, dan seluruh perangkat daerah guna mempercepat realisasi program pembangunan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
Menutup penyampaian laporan, Rika Yulistina menegaskan bahwa hasil reses merupakan bentuk pertanggungjawaban anggota DPRD kepada masyarakat yang telah memberikan amanah sebagai wakil rakyat.
Ia berharap sinergi antara legislatif dan eksekutif terus diperkuat agar berbagai aspirasi masyarakat dapat diwujudkan melalui program pembangunan yang merata, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi.






