Beranda / Parlemen / Reses Budi Azhar: BPJS Nonaktif, Jalan Rusak hingga Gagal Panen Jadi Keluhan Warga Sagaranten Sukabumi

Reses Budi Azhar: BPJS Nonaktif, Jalan Rusak hingga Gagal Panen Jadi Keluhan Warga Sagaranten Sukabumi

Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Persoalan BPJS Kesehatan nonaktif, infrastruktur jalan yang belum memadai, hingga gagal panen akibat kemarau panjang menjadi sejumlah aspirasi utama yang dihimpun Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, dalam kegiatan reses, Selasa (27/10/2026).

Budi Azhar, legislator dari Fraksi Partai Golkar yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) V, menggelar Kegiatan dengan melibatkan ratusan peserta dari sejumlah wilayah yang dipusatkan di GOR Binangkit, Desa Sagaranten, Kecamatan Sagaranten.

Peserta terdiri atas unsur Forkopimcam Sagaranten, para kepala desa dari Kecamatan Sagaranten, Curugkembar, Cidadap, dan Purabaya, serta masyarakat Desa Sagaranten, Cibaregbeg, dan Curugluhur.

Baca Juga :  Pemekaran Sukabumi Utara Sudah Final, Ketua DPRD: Tinggal Pencabutan Monaturium oleh Presiden

Dalam pertemuan itu, berbagai persoalan daerah mengemuka, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga pembangunan infrastruktur jalan.

Budi Azhar mengatakan, keluhan masyarakat terkait kepesertaan BPJS Kesehatan yang tidak aktif menjadi salah satu catatan penting. Selain itu, kondisi sejumlah ruas jalan yang masih kurang baik turut menjadi perhatian, terutama karena infrastruktur tersebut menunjang aktivitas dan mobilitas masyarakat.

Baca Juga :  Ketua DPRD Sukabumi Lepas Jemaah Haji Kloter 13, Ingatkan Pentingnya Jaga Kondisi Fisik
Budi Azhar
Reses Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali di GOR Binangkit Sagaranten. | Foto: Muri

Di sektor pertanian, kemarau panjang juga berdampak terhadap hasil produksi warga. Kondisi tersebut memicu kegagalan panen dan menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah.

“Ini menjadi catatan penting bagi kami. Hasil reses ini akan ditindaklanjuti dan disampaikan kepada pemerintah agar program-program yang dibutuhkan masyarakat bisa menjadi prioritas ke depan,” ujar Budi Azhar.

Ia menegaskan, reses menjadi momentum untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat sekaligus menghimpun persoalan yang membutuhkan penanganan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Cita Rasa dan Keindahan Alam di Lesehan H. Ali Karanglayung, Surade Sukabumi

Berbagai masukan tersebut selanjutnya akan menjadi bahan untuk mendorong perencanaan program pembangunan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terutama pada sektor pelayanan kesehatan, infrastruktur jalan, dan penguatan pertanian.

Melalui tindak lanjut hasil reses, aspirasi yang disampaikan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada forum pertemuan, tetapi dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan dan prioritas pembangunan Kabupaten Sukabumi.

Traktir Kopi
Tag:

Pos-pos Terbaru