Beranda / Daerah / Peluk 2 Korban Asusila Asal Surade, Rika Yulistina Kawal Proses Hukum hingga Pemulihan Trauma

Peluk 2 Korban Asusila Asal Surade, Rika Yulistina Kawal Proses Hukum hingga Pemulihan Trauma

Di tengah kondisi kehamilan yang semakin besar dan keterbatasan fisik yang dirasakan, perempuan tersebut tetap memberanikan diri menempuh proses hukum demi mencari keadilan. Baginya, laporan itu bukan hanya soal dirinya sendiri, tetapi juga tentang harga diri, masa depan keluarga, dan keberanian melawan ketidakadilan.

Mendengar kisah tersebut, Rika memutuskan untuk turut mengawal proses hukum yang dijalani korban kedua. Tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi, ia memastikan kedua perempuan asal Surade itu memperoleh hak yang sama dalam mendapatkan perlindungan hukum.

Mengawal Hingga Pemeriksaan Medis

Setelah proses pelaporan dan pemeriksaan awal di kepolisian selesai dilakukan, Rika mendampingi kedua korban menuju RSUD Palabuhanratu untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan visum et repertum.

Bagi korban kekerasan seksual, tahapan pemeriksaan medis sering kali menjadi salah satu fase yang paling berat. Selain harus mengingat kembali peristiwa yang dialami, mereka juga harus menghadapi prosedur yang menguras emosi dan tenaga.

Baca Juga :  Guru Honorer di Sukabumi Tuntut Kejelasan Nasib, Dewan Rika Minta Ada Solusi

Selama proses tersebut, Rika memilih tetap berada di dekat mereka. Sesekali ia memberikan pelukan, menggenggam tangan korban, dan menyampaikan kalimat-kalimat penguatan agar keduanya tetap tegar menghadapi proses yang masih panjang.

Menurutnya, korban tidak boleh merasa sendirian ketika sedang memperjuangkan keadilan.

Mengembalikan Senyum yang Sempat Hilang

Usai menjalani serangkaian pemeriksaan, Rika menyadari bahwa kedua korban membutuhkan ruang untuk bernapas sejenak dari suasana yang penuh tekanan.

Ia kemudian mengajak keduanya keluar dari lingkungan kantor polisi dan rumah sakit. Tujuannya sederhana, menghadirkan sedikit kebahagiaan di tengah situasi yang berat.

Baca Juga :  Dewan Rika Ingatkan Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis: Hati-hati Dengan Oknum!

Rika membawa kedua korban menuju salah satu pusat perbelanjaan di Palabuhanratu. Di tempat tersebut, ia membebaskan mereka memilih pakaian baru dan berbagai kebutuhan pribadi.

Mungkin bagi sebagian orang hal itu terlihat sederhana. Namun bagi korban yang baru saja melewati pengalaman traumatis, perhatian kecil seperti itu mampu menghadirkan rasa dihargai dan dipedulikan.

Bocah berusia 11 tahun yang sebelumnya terlihat murung perlahan mulai tersenyum. Begitu pula ibu muda yang tengah mengandung delapan bulan, yang sesekali tampak lebih tenang saat berbincang bersama keluarga dan pendampingnya.

Bagi Rika, proses pemulihan tidak selalu dimulai dari ruang konseling. Terkadang, pemulihan berawal dari hadirnya orang-orang yang membuat korban merasa aman dan diterima.

Baca Juga :  Rika Yulistina Bersama Seratus Anak Yatim Resmikan Rumah Aspirasi Perlindungan Anak dan Perempuan

Memastikan Kebutuhan Keluarga Tetap Terpenuhi

Perhatian Rika tidak berhenti pada proses hukum dan pendampingan psikologis. Ia juga melihat bahwa peristiwa yang menimpa korban turut mengguncang kondisi ekonomi keluarga.

Karena itu, ia memberikan bantuan kebutuhan pokok kepada keluarga korban agar mereka dapat lebih fokus menjalani proses pemulihan tanpa harus dibebani persoalan kebutuhan sehari-hari.

Menurutnya, korban kekerasan seksual sering kali menghadapi persoalan berlapis, mulai dari trauma psikologis, stigma sosial, hingga tekanan ekonomi. Karena itu, pendampingan harus dilakukan secara menyeluruh.

Komitmen Perlindungan Jangka Panjang

Sebagai anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi yang membidangi kesejahteraan rakyat, pendidikan, kesehatan, dan sosial, Rika menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kedua kasus tersebut hingga tuntas.

Halaman: 1 2 3

Tag:

Pos-pos Terbaru