Beranda / Peristiwa / Lahan Kering di Batusapi Palabuhanratu Terbakar, Kepulan Asap Terlihat dari Sekitar Gunung Jayanti

Lahan Kering di Batusapi Palabuhanratu Terbakar, Kepulan Asap Terlihat dari Sekitar Gunung Jayanti

Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Kepulan asap tebal terlihat membubung dari kawasan sekitar Gunung Jayanti, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (23/8/2026). Asap tersebut ternyata berasal dari kebakaran lahan di kawasan kebun dekat Perumahan Taman Sari.

Warga sekitar, Muhammad Fikri Fauzi, mengaku awalnya hanya melihat gumpalan asap tebal dari arah kawasan tersebut. Setelah diperhatikan, asap ternyata berasal dari lahan yang terbakar.

Baca Juga :  Rumah Putra Ketua Adat Kasepuhan Sinar Resmi Sukabumi Ludes Dilalap Api

“Awalnya saya melihat gumpalan asap tebal di seputaran Gunung Jayanti. Tidak lama kemudian diketahui ternyata ada kebakaran di sekitar kebun dekat Perumahan Taman Sari,” ujar Fikri.

Kebakaran tersebut terjadi di Kampung Batusapi, kawasan cagar alam, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu.

Petugas Damkar Posko Palabuhanratu, Erik, mengatakan laporan kebakaran diterima pada pukul 14.24 WIB. Petugas kemudian tiba di lokasi sekitar tujuh menit kemudian, tepatnya pukul 14.31 WIB.

Baca Juga :  Dadang Hermawan Ajak Masyarakat Sukabumi Raih Keberkahan di Malam Lailatul Qadar

Objek yang terbakar merupakan lahan berupa alang-alang dan area kebun. Hingga kini penyebab kebakaran masih belum diketahui.

“Penyebab kebakaran belum diketahui,” kata Erik.

Namun, upaya pemadaman menghadapi kendala medan. Lokasi kebakaran tidak dapat dijangkau langsung kendaraan pemadam sehingga petugas harus melakukan penanganan secara manual.

Hingga sekitar pukul 16.00 WIB, api masih merambah bagian kebun. Kondisi lahan yang kering membuat api relatif mudah menjalar.

Baca Juga :  Irigasi Citepus Tak Optimal, Dinas PU Sukabumi Survei Kerusakan untuk Usulan Rehabilitasi

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena lokasi kebakaran berada di kawasan yang berdekatan dengan Gunung Jayanti. Terlebih, jika angin bertiup kencang, kobaran api dikhawatirkan bergerak semakin luas menuju kawasan gunung.

“Petugas masih melakukan upaya pengendalian api secara manual untuk mencegah kobaran meluas,” tandasnya.

Traktir Kopi
Tag:

Pos-pos Terbaru