Beranda / Pemerintahan / Kondisi Membahayakan, Disperkim Sukabumi Pastikan Perbaikan Jembatan Kamandoran Segera Dimulai

Kondisi Membahayakan, Disperkim Sukabumi Pastikan Perbaikan Jembatan Kamandoran Segera Dimulai

JUBIRTVNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi mulai mempercepat penanganan jembatan rusak di Kampung Kamandoran, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, yang kondisinya dinilai membahayakan warga.

Jembatan yang sempat viral di media sosial itu terlihat melintir dan hanya ditopang bambu, sehingga memicu kekhawatiran masyarakat yang setiap hari melintas di lokasi tersebut.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi menyatakan bahwa penanganan segera dilakukan, menyusul kondisi jembatan yang tidak lagi layak digunakan.

Baca Juga :  Pembangunan Hunian Pascabencana Dimulai, Kampung Mubarakah Jadi Simbol Harapan Baru

Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriandi, mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya telah melakukan survei sejak Januari 2026 lalu, jauh sebelum kondisi jembatan tersebut ramai diperbincangkan publik.

“Bersama pemerintah desa, kami sudah melihat langsung kondisinya dan kepala desa juga sudah mengajukan penanganan kepada pemerintah daerah,” kata Sendi.

Baca Juga :  RTH Citepus Dipadati Wisatawan saat Libur Panjang 2026, Disperkim Sukabumi Ingatkan Pentingnya Kebersihan

Menurutnya, perhatian terhadap jembatan tersebut semakin menguat setelah ramai di media sosial. Pemerintah daerah pun langsung merespons dengan langkah percepatan penanganan.

Bahkan, Bupati Sukabumi Asep Japar turut memberikan perhatian khusus agar perbaikan bisa segera direalisasikan.

Saat ini, Disperkim masih berkoordinasi dengan pemerintah desa, termasuk membahas kemungkinan pemindahan lokasi jembatan guna memastikan aspek keamanan dan kebermanfaatan jangka panjang.

Baca Juga :  Asesmen Pascabencana di Nyalindung: Disperkim Sukabumi Siapkan Langkah Strategis untuk Pemulihan

Meski begitu, Sendi menegaskan proses penanganan tidak akan berlarut-larut. Sejumlah tahapan administratif tengah dipersiapkan agar pekerjaan fisik bisa segera dimulai.

“Kami sudah komunikasikan dengan kepala desa untuk menyiapkan administrasi, dan kemungkinan minggu depan sudah mulai ada tindakan di lapangan,” tandasnya.

Tag:

Pos-pos Terbaru