JUBIRTVNEWS.COM – Sebanyak 16 anak buah kapal (ABK) Kapal Titan 70 berhasil dievakuasi dengan selamat ke Perairan Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Minggu (14/6/2026), setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan laut di perairan Pantai Cibuni, Kecamatan Tegalbuleud.
Proses evakuasi dilakukan menggunakan kapal nelayan KM Dede Putra milik nelayan Ujunggenteng. Para korban tiba di Ujunggenteng sekitar pukul 16.45 WIB dan langsung mendapatkan pemeriksaan kesehatan dari petugas Puskesmas Ciracap.
Komandan Pos TNI AL Ujunggenteng, Lettu Laut (P) Andri Kurniawan, mengatakan seluruh awak kapal berhasil diselamatkan tanpa adanya korban jiwa.
“Alhamdulillah seluruh ABK yang berjumlah 16 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Setelah tiba di Ujunggenteng mereka langsung menjalani pemeriksaan kesehatan dan hasilnya seluruhnya dinyatakan sehat,” ujarnya.
Menurut Andri, para ABK berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Lampung hingga Nusa Tenggara Barat. Nahkoda kapal diketahui bernama Nasriadi (47), warga Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
Selain nahkoda, terdapat 15 kru lainnya yang turut dievakuasi, yakni Yulianto (49), Sigit Wahyu Jatmiko (35), Arief Nugroho (46), Ariyah Fachri Bahar (28), Abdul Azis Setiawan (29), Heri Sudjatwanto (47), Sumardi (36), Bayu Putro Utomo (29), Stenly Kiki Passandaran (35), Rahmat Aji (46), Sardi Ode (25), Muhamad Deni (21), Muhamad Al Ansi (23), Julpandi Ardiansyah (24), dan Ronald Pamatan (34).
Berdasarkan keterangan nahkoda kapal, insiden bermula sekitar pukul 04.00 WIB saat Kapal Titan 70 yang berlayar dari Lampung menuju Cilacap mengalami kebocoran pada bagian haluan lambung kanan. Kapal yang mengangkut sekitar 10.000 ton batu bara tersebut kemudian melakukan langkah darurat dengan lego jangkar.
“Kami masih mengumpulkan informasi terkait penyebab pasti kejadian ini. Yang terpenting saat ini seluruh awak kapal berhasil diselamatkan dan kondisinya baik,” kata Andri.
Hingga Minggu malam, seluruh ABK masih berada di kawasan Pantai Ujunggenteng sambil menunggu proses penanganan dan koordinasi lebih lanjut dari instansi terkait.
Peristiwa ini menjadi perhatian sejumlah pihak mengingat kapal tersebut mengangkut muatan batu bara dalam jumlah besar dan mengalami gangguan saat melintasi perairan selatan Kabupaten Sukabumi yang dikenal memiliki gelombang cukup tinggi.





