JUBIRTVNEWS.COM – Berada di kawasan perbukitan dengan udara yang relatif sejuk, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, menyimpan beragam potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung perekonomian masyarakat. Selain sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warga, wilayah ini juga memiliki sejumlah destinasi wisata alam dan religi.
Kecamatan Ciambar merupakan salah satu dari 47 kecamatan yang berada di Kabupaten Sukabumi. Letaknya yang dilalui jalur strategis penghubung Sukabumi dengan Jakarta turut menjadikan wilayah tersebut memiliki posisi penting dalam aktivitas masyarakat maupun mobilitas antarwilayah.
Secara geografis, Kecamatan Ciambar berbatasan dengan sejumlah kecamatan, di antaranya Cicurug, Nagrak dan Parungkuda. Wilayahnya berada pada ketinggian sekitar 550 hingga 750 meter di atas permukaan laut dengan karakteristik topografi berupa perbukitan dan lembah.
Kondisi geografis tersebut turut memberikan keuntungan bagi sektor pertanian. Dengan luas wilayah mencapai 5.130,02 hektare, lahan di Kecamatan Ciambar terbagi dalam berbagai peruntukan, mulai dari sawah, perkebunan, kehutanan, ladang, perumahan, tegalan, kolam hingga penggunaan lainnya.
Dari keseluruhan wilayah tersebut, lahan persawahan menjadi salah satu potensi utama dengan luas mencapai 2.066,72 hektare. Kondisi ini memperlihatkan bahwa sektor pertanian masih memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat sekaligus menjadi salah satu penopang ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Selain pertanian, kondisi alam Ciambar yang berada di kawasan dataran tinggi juga menjadi modal untuk pengembangan sektor pariwisata. Perpaduan perbukitan, lembah, serta kondisi udara yang nyaman membuat wilayah ini memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Berdasarkan data Juni 2021, jumlah penduduk Kecamatan Ciambar mencapai 42.241 jiwa. Jumlah tersebut terdiri dari 21.784 laki-laki dan 20.457 perempuan yang tersebar dalam 13.495 kepala keluarga.
Camat Ciambar Ening Lasminingsih mengatakan, mayoritas penduduk di wilayahnya memeluk agama Islam, yakni mencapai 99,90 persen. Sementara itu, sebagian besar masyarakat menggantungkan mata pencahariannya pada sektor pertanian.
“Karena berada di sektor pertanian, menariknya, bukan hanya menawarkan pesona alamnya, tetapi juga memiliki potensi wisata yang menarik, terutama Curug Luhur yang terletak di Desa Ginanjar,” jelasnya.
Menurut Ening, potensi wisata di Kecamatan Ciambar tidak hanya berasal dari keindahan alam. Wilayah tersebut juga memiliki sejumlah destinasi wisata religi yang menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
Beberapa di antaranya yakni Darul Habib dan Makam Kasepuhan. Keberadaan tempat-tempat tersebut menjadi salah satu gambaran kuatnya kehidupan keagamaan dan budaya yang berkembang di tengah masyarakat Ciambar.
Dengan dukungan sektor pertanian, potensi wisata alam dan religi, serta posisi geografis yang strategis, Kecamatan Ciambar memiliki peluang untuk terus berkembang. Pengelolaan potensi secara berkelanjutan dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.






