JUBIRTVNEWS.COM – Aksi penembakan misterius melukai seorang pengemudi ojek online (ojol) Maxim berinisial MZ (24) di depan Toko Bangunan Roda Mas, Jalan Stasiun Timur No. 5, Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Minggu (25/10/2026) dini hari.
Korban yang tercatat sebagai warga Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi tersebut diduga ditembak menggunakan senjata jenis senapan angin oleh dua orang tidak dikenal (OTK) saat sedang ngalong menunggu pesanan penumpang.
Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli Bahtiarudin, mengonfirmasi bahwa tim gabungan dari Polres Sukabumi Kota dan Polsek Cikole telah diterjunkan ke lokasi kejadian pada Minggu siang sekira pukul 11.00 WIB untuk menggelar Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kronologi: Terdengar Letusan, Leher Belakang Korban Bercucuran Darah
Menurut Ade, peristiwa ini bermula pada Sabtu (24/10/2026) sekira pukul 23.30 WIB. Usai mengantarkan penumpang, korban beristirahat di pelataran toko di seberang Toko Bangunan Roda Mas bersama dua rekan sesama driver ojol Maxim.
Tak lama kemudian, kedua rekan korban mendapatkan orderan penumpang dan pergi meninggalkan lokasi. Saat tinggal seorang diri, MZ sempat melihat dua pria mencurigakan yang sedang memarkirkan sepeda motor jenis bebek di area bawah toko bangunan.
“Saat korban sedang melihat ponselnya, tiba-tiba terdengar suara letusan yang menyerupai dentuman senapan angin. Pada saat bersamaan, korban merasakan hantaman keras di bagian leher belakang seperti terkena lemparan batu hingga pandangannya mendadak buram,” kata Ade Ruli.
Dalam kondisi pusing dan pandangan kabur, korban berlari ke arah atas untuk menyelamatkan diri dan meminta pertolongan kepada seorang pemulung yang sedang tidur di emperan toko. Saat diperiksa, leher belakang korban sudah bercucuran darah.
Saksi berinisial K (38), rekan korban sesama ojol yang biasa berkumpul di lokasi, kemudian datang dan langsung membawa MZ ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi sekira pukul 00.00 WIB untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Menanggapi insiden berdarah ini, lanjut Ade, jajaran kepolisian bergerak cepat menyisir lokasi kejadian dan mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV).
“Terduga pelaku terindikasi berjumlah dua orang dan saat ini masih dalam proses penyelidikan intensif (lidik). Petugas juga telah mengecek kondisi korban di RSUD R Syamsudin SH serta mengarahkan korban untuk membuat Laporan Polisi (LP) resmi,” ujar Ade.
Pihak kepolisian memastikan tidak ada kerugian materiil maupun korban jiwa lain dalam kasus ini. Namun, korban MZ saat ini harus menjalani perawatan di RSUD R Syamsudin SH untuk persiapan tindakan operasi pengangkatan proyektil di leher belakangnya.












