Beranda / Peristiwa / Diduga Depresi, Pria Tanpa Identitas Nekat Lompat dari Lantai 2 Gedung Pasar Pelita Sukabumi

Diduga Depresi, Pria Tanpa Identitas Nekat Lompat dari Lantai 2 Gedung Pasar Pelita Sukabumi

Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Seorang pria tanpa identitas diduga melakukan percobaan bunuh diri dengan melompat dari lantai 2 Gedung Pasar Pelita Kota Sukabumi, Selasa (3/11/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 04.10 WIB setelah seorang pedagang memberi tahu petugas keamanan pasar yang tengah berjaga malam. Mendapat informasi itu, petugas keamanan langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kejadian.

Kapolsek Cikole Kompol Usep Nurdin mengatakan, saat tiba di lokasi, petugas keamanan mendapati seorang pria sudah tergeletak di lantai dasar tepatnya di area parkiran luar gedung Pasar Pelita dalam posisi telungkup dan mengeluarkan darah.

“Pada saat saksi tiba di lokasi kejadian, melihat seorang laki-laki sudah dalam keadaan telungkup di lantai mengeluarkan darah. Kemudian korban dibawa ke Rumah Sakit R Syamsudin SH menggunakan ambulans SIGAP dari Dinas Kesehatan Kota Sukabumi untuk mendapatkan pengobatan,” ujar Usep.

Baca Juga :  Jelang Muscab ke-10, Andri Hidayana Menguat Sebagai Kandidat Ketua PPP Kabupaten Sukabumi

Setelah dievakuasi ke rumah sakit, pria tersebut langsung mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan hasil pengecekan polisi, korban sudah dalam kondisi sadar, tetapi masih harus menjalani perawatan di ruang rawat inap.

Meski begitu, identitas pria tersebut hingga kini belum diketahui. Korban tidak membawa kartu identitas sehingga polisi belum mengetahui asal-usul maupun keluarganya.

“Untuk identitas korban saat ini masih belum diketahui karena korban tidak memiliki identitas, tidak membawa KTP. Namun, dia seorang laki-laki dengan kisaran usia 45 tahun dan belum diketahui asal-usulnya dari mana,” kata Usep.

Lebih lanjut, Usep menyebut korban diduga mengalami depresi atau gangguan mental. Dugaan tersebut muncul setelah polisi melihat kondisi dan perilaku korban ketika diajak berkomunikasi selama berada di rumah sakit.

Baca Juga :  Jalan Nasional Rusak Jadi Perhatian, Dinas PU Sukabumi Pastikan Koordinasi dengan Pusat

Menurutnya, korban kerap memberikan jawaban yang tidak nyambung. Bahkan, perilakunya juga cenderung tidak terkendali hingga beberapa kali berusaha menarik infus yang terpasang di tubuhnya.

“Sepertinya korban melakukan percobaan bunuh diri karena diduga depresi atau ada gangguan mental. Pada saat diperiksa oleh tim medis di Rumah Sakit R Syamsudin SH, dalam perbincangan kami dengan pihak korban, komunikasinya tidak nyambung, kadang melantur ke mana-mana bahasanya,” ungkapnya.

Usep menambahkan, perilaku korban selama menjalani perawatan juga menjadi perhatian. Selain menarik-narik infus, korban disebut menunjukkan perilaku yang tidak terarah.

Baca Juga :  Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah, Prakiraan Cuaca Jabar 23 Januari 2026

“Infusan dan lainnya sampai ditarik-tarik. Termasuk, kencing di mana saja tanpa bilang terlebih dahulu,” tuturnya.

Saat ini, jajaran Polsek Cikole masih berupaya mencari informasi mengenai identitas pria paruh baya tersebut. Polisi berharap informasi yang diperoleh nantinya dapat membantu menemukan pihak keluarga korban.

“Kami dari Polsek Cikole sedang mencari informasi tentang identitas yang bersangkutan. Sehingga nanti kami bisa menginformasikan kepada keluarganya agar pihak keluarga bisa mendatangi rumah sakit untuk melihat saudaranya,” pungkas Usep.

 

Catatan Redaksi: Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan psikologis, depresi, atau memiliki keinginan untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional melalui psikolog, psikiater, fasilitas kesehatan terdekat, atau layanan darurat kesehatan jiwa yang tersedia.

Traktir Kopi
Tag:

Pos-pos Terbaru