Beranda / Peristiwa / Dampak Musim Kemarau, 2 Kebakaran Lahan Terjadi di Sukabumi dalam Sehari

Dampak Musim Kemarau, 2 Kebakaran Lahan Terjadi di Sukabumi dalam Sehari

Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di Kabupaten Sukabumi. Dalam waktu yang hampir bersamaan, dua kebakaran lahan terjadi di wilayah Kecamatan Palabuhanratu dan Kecamatan Nyalindung, Kamis (16/7/2026). Kedua peristiwa tersebut diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran lahan yang ditinggalkan tanpa pengawasan, sehingga api dengan cepat merambat ke alang-alang dan lahan kering.

Peristiwa ini menjadi peringatan bahwa kondisi cuaca yang panas dan minim curah hujan membuat vegetasi mengering, sehingga api sangat mudah menyebar hanya dalam hitungan menit.

Laporan pertama diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi pada pukul 12.35 WIB. Lokasi kebakaran berada di Kampung Caringin RT 01/07, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung.

Tim dari Posko Sukaraja bergerak menuju lokasi dan tiba pada pukul 13.20 WIB untuk melakukan pemadaman.

Objek yang terbakar merupakan lahan yang dipenuhi alang-alang kering. Dugaan sementara, api berasal dari aktivitas pembakaran lahan yang ditinggalkan hingga akhirnya membesar.

Baca Juga :  Terombang - ambing, Kapal Berpenumpang WNA Cina dan NTT Ditemukan di Laut Sukabumi

Belum lama setelah penanganan di Nyalindung, laporan kebakaran kembali masuk pada pukul 16.11 WIB.

Kali ini api membakar lahan di Kampung Babadan RT 01/30, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu.

Personel Posko Damkar Palabuhanratu tiba di lokasi delapan menit kemudian, tepat pukul 16.19 WIB, dan segera melakukan upaya pemadaman agar api tidak meluas ke area sekitar.

Sama seperti kejadian sebelumnya, penyebab kebakaran diduga berasal dari pembakaran lahan yang ditinggalkan.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi, Erwin Adam, menjelaskan bahwa kedua kejadian memiliki pola penyebab yang sama, yakni berasal dari pembakaran lahan yang tidak diawasi hingga api merambat ke vegetasi kering.

Baca Juga :  Perbaikan Jembatan Bojongkopo Sukabumi Sudah Berprogres, DPRD Minta Pengerjaannya Berkualitas

“Kedua kejadian hari ini sama-sama diduga dipicu oleh pembakaran lahan yang ditinggalkan. Di musim kemarau seperti sekarang, kondisi rumput dan alang-alang sangat kering sehingga api sangat mudah menjalar dan sulit dikendalikan apabila tidak segera ditangani. Beruntung petugas dapat bergerak cepat sehingga kebakaran tidak meluas ke permukiman maupun objek lainnya,” ujar Erwin Adam.

Ia menambahkan, peningkatan kewaspadaan perlu dilakukan oleh seluruh masyarakat karena potensi kebakaran lahan diperkirakan akan meningkat seiring berlanjutnya musim kemarau.

Himbauan Dinas Damkar

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi, Anita Mulyani, mengimbau masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar.

Menurutnya, cara tersebut sangat berisiko dan dapat memicu kebakaran yang lebih besar.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, sekecil apa pun alasannya. Saat musim kemarau, satu percikan api saja bisa berubah menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan. Jangan sampai niat membersihkan lahan justru berujung membahayakan lingkungan, permukiman, bahkan keselamatan jiwa. Mari kita jaga bersama Kabupaten Sukabumi dengan tidak membakar lahan dan segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda kebakaran,” tegas Anita Mulyani, kepada jubirtvnews melalui pesan singkat

Baca Juga :  Pesan Dedi Mulyadi ke Bobotoh usai Persib Gagal Kunci Juara Liga 1 2024/2025

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas di area terbuka selama musim kemarau. Selain menghindari pembakaran lahan, masyarakat diminta memastikan tidak meninggalkan api unggun, puntung rokok, maupun sumber api lainnya yang berpotensi memicu kebakaran.

Dengan kondisi lahan yang semakin kering, kewaspadaan dan kepedulian masyarakat menjadi kunci utama untuk mencegah terjadinya kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian lebih besar.

Traktir Kopi
Tag: